GEREJA KEMAH INJIL BERBAGI KASIH DENGAN ANAK JALANAN

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Masyarakat Papua mayoritas memeluk agama nasrani. Hadirnya bulan Desember selalu diikuti dengan suka cita merayakan Natal. Seperti kumpul bersama keluarga beribadah ke gereja maupun menebar kasih dengan sesama seperti yang dilakukan oleh Gereja Kemah Injil (KINGMI).

Panitia Natal Gereja Kemah Injil (KINGMI) bersama pemuda Klasis KINGMI kota Jayapura dan komunitas anak jalanan menggelar ibadah perayaan natal bersama di Gereja Kingmi Jemaat Bethel Waena, Abepura, Papua, Kamis (6/12).

Sekretaris Biro Pemuda Klasis KINGMI Kota Jayapura, Detinus Magai mengatakan, ibadah natal yang digelar bersama anak jalanan ini bertujuan untuk menyebarkan pesan natal yang damai dan tak melihat seseorang hanya dari penampilan luar saja. Menurutnya, momentum natal harusnya menjadi titik balik untuk saling merangkul dan memperlihatkan bahwa Yesus ada dalam diri setiap manusia.

“Jangan membentuk stigma bahwa mereka selalu negatif. Tetapi mari kita merangkul mereka dengan pendekatan secara persuasif,” katanya.

Ke depan, kata Detinus, dirinya bersama anggota Biro akan menjaring terus dan menetapkan beberapa program kerja untuk dapat menjangkau anak jalanan untuk membentuk berbagai kegiatan dan menciptakan suasana yang aman dan damai.

Panitia Natal juga memberikan bantuan satu buah mesin cuci motor kepada komunitas anak jalanan. Bantuan ini diharapkan mampu membuat anak-anak memiliki kegiatan positif dan mendatangkan pemasukan sehingga tak lagi bekerja serabutan.

Sementara itu Ketua Panita Natal, Jakson Gobai mengatakan dalam momen ini dilaksanakan dua kegiatan penting secara bersamaan, pertama memberikan bantuan kepada komunitas anak jalanan, kedua menjalankan kotak revolusi sebagai bentuk sumbangsih bagi perjuangan bangsa Papua.

“Ini menjadi hal baru dan menjadi contoh buat gereja-gereja Kingmi, GIDI, Baptis, GKI, Katolik yang ada di Papua juga harus lakukan hal yang sama karena dengan sumbangsi-sumbangsi seperti ini dapat difungsikan (digunakan) dalam perspektif apa saja baik dalam perjuangan dan untuk anak jalanan kita bersatu untuk bagaimana kita menangkan jiwa-jiwa bagi kerajaan surga dan kita bersatu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang sedang sisa di atas tanah ini,” harapnya.

Ke depan ia berharap semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi gereja, pemuda gereja di seluruh tanah Papua dari Sorong sampai Samarai. Menurutnya penting untuk memberikan contoh bagi generasi Papua melalui tindakan-tindakan yang nyata dalam bentuk kemanusiaan, keadilan dan kebenaran di atas tanah Papua. (*)