oleh

GEJOLAK PAPUA – Mahasiswa Pulang Kampung Melonjak Drastis, Kini Sudah 2.047 Orang Tiba di Papua

-Artikel-433 views
Tokoh masyarakat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (10/9/2019).

Kitorangpapuanews.com – Gelombang pulang kampung massal mahasiswa asal Papua, melonjak drastis. Data per Senin (16/9/2019) malam, jumlah mahasiswa yang telah kembali ke Bumi Cenderawasih sudah mencapai 2.047 orang.Jumlah itu pun belum seluruhnya terdata. Diperkirakan mahasiswa asal Papua yang pulang kampung akan terus bertambah.

Gubernur Papua Lukas Enembe sudah melakukan pertemuan dengan para bupati, di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, Senin (16/9/2019) malam. Dalam pertemuan itu dilaporkan jumlah mahasiswa yang telah kembali mencapai 2.047 orang. Jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Yahukimo, yairu sekitar 600 mahasiswa.

“Khusus untuk mahasiswa Yahukimo, tadi siang kami sudah bertemu dengan mahasiswa di asrama Yahukimo di Jayapura dan dipastikan ada 600-an mahasiswa Yahukimo sudah di Jayapura,” ujar Bupati Yahukimo, Abock Busup, di Jayapura, Senin (16/9/2019).

Setelah Yahukimo, jumlah mahasiswa Papua yang telah pulang kampung berasal dari Kabupaten Nduga yaitu 500 orang. Namun jumlah tersebut dipastikan akan bertambah karena ada beberapa bupati atau yang mewakili, menyatakan tengah melakukan pendataan dan belum memiliki jumlah pasti berapa mahasiswanya yang telah kembali.

Ditambah, ada delapan kabupaten/kota yang kepala daerah atau perwakilannya tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya menjelaskan total ada 13.542 mahasiswa asal Papua yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia meyakini jumlah mahasiswa yang akan kembali akan terus bertambah karena mereka pulang dengan biaya sendiri.

Untuk mengetahui alasan sebenarnya yang membuat banyak mahasiswa Papua pulang kampung, Lukas menyatakan akan segera mengunpulkan perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja pun pernah menjelaskan bila pendataan yang dilakukan Polda Papua terkait kepulangan para mahasiswa tersebut, berasal dari data manifes pesawat yang tiba di Bandara Sentani. Ia menyatakan Polda Papua tidak bisa melakukan pendataan untuk mahasiswa yang kembali menggunakan kapal laut.

Termakan Hoaks

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebutkan eksodus massal mahasiswa dan pelajar asal Papua itu terjadi karena orangtua mereka termakan isu hoaks bahwa pelajar Papua di luar daerah tidak terjamin keamanannya.

Sewaktu-waktu mereka bisa saja mendapatkan ancaman hingga tindakan balas dendam dari pihak-pihak yang tidak suka.

Alhasil, para orang tua mengirimkan biaya agar anak-anak mereka pulang kembali ke Bumi Cenderawasih.

Wiranto mengatakan, kini dua pesawat hercules milik TNI sudah siap membawa mahasiswa Papua kembali melanjutkan studi.

“Pemulangan pengembalian adik-adik kita sebanyak 835 ini sudah dirancang. Karena memang ada keinginan mereka untuk kembali studi. Jadi ini tinggal pelaksana saja, tunggu pemberitaan berikutnya dari saya,” ungkap Wiranto di kantornya, Senin (9/9/2019).

Wiranto menyebutkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sudah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan para orang tua.

Keduanya juga meyakinkan para orangtua bahwa isu itu hanya kabar bohong.

“Ini semua akibat provokasi, informasi, hasutan tidak benar. Itu karangan burung. Panglima TNI sudah bertemu dengan orang tua mereka. Adik-Adik ini ingin kembali ke tempat belajar,” tegas Wiranto.

Sekembalinya ke asrama, lanjut Wiranto, mahasiswa dan pelajar Papua akan dititipkan ke pejabat Polri dan TNI setempat.

Mereka bakal menjadi anak asuh, yang bakal diawasi langsung oleh TNI dan Polri, sehingga mereka merasa nyaman menjadi keluarga besar Indonesia.

Eksodus besar-besaran mahasiswa dan pelajar asal Papua terjadi beberapa waktu terakhir pasca-kerusuhan yang dilatari isu rasisme di Surabaya dan Malang.

Hal ini membuat persoalan baru terkait isu Papua. Pemerintah pun mencoba mencari solusi mengatasi eksodus besar-besaran para mahasiswa dan pelajar asal Papua ini.

Selain upaya pemulangan menggunakan pesawat Hercules milik TNI, Majelis Rakyat Papua (MRP) juga mengeluarkan maklumat terbaru Nomor: 06/MRP/2019.

Isinya, meminta seluruh mahasiswa Papua di semua kota studi pada wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetap melanjutkan studi.

Ketua MRP Timotius Murib mengatakan, dengan munculnya maklumat tersebut, maka MRP mencabut maklumat sebelumnya yang dikeluarkan pada 21 Agustus 2019 dengan nomor 05/MRP/2019.

”Sedangkan mahasiswa Papua yang sudah terlanjur kembali ke Papua, agar segera kembali ke kota studi. Sebagai duta kultural orang asli Papua yang dapat hidup harmonis dengan seluruh elemen bangsa ini,” kata Timotius dalam keterangan pers di Jayapura, Senin (9/9/2019).

Terpisah, Bupati Puncak Willem Wandik juga mengeluarkan empat imbauan menyusul telah kondusifnya situasi di Papua dan Papua Barat.

Pertama, Willem mengimbau seluruh mahasiswa asal Kabupaten Puncak untuk tidak terprovokasi terhadap isu eksodus mahasiswa dari seluruh Jawa-Bali, Makassar, dan Manado.

Dan, tetap melanjutkan perkuliahan di tempat semula sebagaimana biasanya sampai dengan selesai.

”Kedua, tidak ada sistem pendidikan yang menjamin seluruh mahasiswa yang pulang ke Papua dapat ditampung dan langsung melanjutkan perkuliahan di Perguruan Tinggi di Papua. Akibatnya, dapat mengganggu perkuliahan selanjutnya,” kata Willem dalam keterangan pers.

Ketiga, Pemerintah Kabupaten Puncak tidak menyediakan anggaran bagi mahasiswa yang pulang ke Papua, maupun kembali ke tempat semula sehubungan dengan permasalahan dimaksud.

”Terakhir, pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa Papua di tempat masing-masing.”

“Dan apabila ada hal-hal yang mengintimidasi dalam proses perkuliahan selanjutnya maupun aktivitas lainnya, agar melaporkan kepada pihak berwajib setempat,” papar Willem.

Diberitakan sebelumnya, MRP membenarkan informasi yang menyebut banyak mahasiswa asal Papua yang sebelumnya berkuliah di luar Papua, telah kembali ke Jayapura

News Feed