GEBRAKAN HEBAT GUBERNUR PAPUA BARAT, ATASI KERUSAKAN ALAM

oleh

Sorong, Kitorang Papua – Gebrakan hebat oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melalui program prokonservasi. Tidak tanggung-tanggung Pemda Papua Barat menggandeng Pemerintah Kerajaan Norwegia.

Pemerintah Norwegia yang diwakili oleh Ola Elvestuen, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, berkomitmen dan bersepakat untuk menjaga dan melestarikan hutan adat dan laut di Provinsi Papua Barat. Komitmen ini ditandai dengan kedatangannya ke Sorong, Papua Barat, Kamis (14/02) lalu.

Kunjungan Ola merupakan balasan negara yang berada di ujung barat Semenanjung Skandinava itu ke Tanah Papua, untuk menindaklanjuti diskusi awal pada 2018 dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Provinsi berkelanjutan dan prokonservasi merupakan dukungan Norway’s International Climate and Forest Initiative (NICFI), dan berhasil melaksanakan konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati Ekowisata dan Ekonomi Kreatif (ICBE), Oktober 2018.

Konferensi ICBE sebagai bentuk keseriusan Pemprov Papua Barat dengan melahirkan 14 kesepakatan dan komitmen, sebagai babak baru pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. Minimal berkomitmen untuk mengakomodir 70 persen luas daratan menjadi kawasan hutan lindung.

Gubernur Mandacan mengatakan upaya yang dilakukan, di antaranya meningkatkan pencegahan deforestasi dengan meninjau kembali proses perizinan, dan memperkuat penataan ruang yang prolingkungan, memperluas dan meningkatkan pengelolaan kawasan perlindungan alam, baik hutan dan laut, maupun kawasan penting bagi masyarakat adat.

“Upaya lain yang dilakukan, antara lain mendukung pembatasan pengiriman kayu bulat ke luar Papua Barat dan perlindungan total ekosistem mangrove dan gambut Papua Barat, memberantas illegal logging dan penegakan hukum, serta mencegah pencemaran lingkungan, dengan pembatasan serta penghapusan kemasan dan kantong plastik,” ujar Mandacan.

Meski demikian, Gubernur Mandacan mengakui masih mengalami kendala. Sebab sekitar 1,1 juta orang masih menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam. Ditambah 25 persen penduduk di Papua masuk kategori miskin berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kemiskinan di tengah kelimpahan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur yang belum optimal, dan rendahnya sumber daya manusia (SDM) menjadikan dukungan Norwegia dianggap penting.

“Oleh sebab itu, dukungan Pemerintah Kerajaan Norwegia sangat dibutuhkan, dalam mencapai target dan komitmen menindaklanjuti deklarasi Manokwari yang berisi 14 kesepakatan,” ujarnya.

Mandacan juga meminta agar masyarakat adat yang turut menjaga dan memperhatikan hutan sebagai paru-paru dunia, juga diperhatikan.

Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Kerajaan Norwegia Ola Elvestuen sangat mendukung pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi Papua Barat, untuk mengatasi perubahan iklim.

Gubernur Papua Barat hebat, Kitorang bangga. Semoga program ini berhasil untuk meningkatkan kemajuan bagi masyarakat Papua Barat. (*)