oleh

Front Mahasiswa Papua Tutup Freeport Galang Massa Demo Ke Gedung DPR Prov. Papua, Warga Jayapura merasa terganggu

-Artikel-1.798 views

Abepura – Permasalahan PT. Freeport yang hingga kini makin tak menentu kejelasannya banyak mengundang kritik dari masyarakat di Provinsi papua. Salah satunya ialah massa yang menamakan dirinya sebagai Front Mahasiswa Papua Tutup Freeport, massa yang tergabung dalam Front Persatuan Mahasiswa Tutup Freeport ini melakukan demontrasi pagi kemarin (20/3) sekitar pukul 09.00 WIT dengan titik kumpul di gerbang Uncen (Universitas Cenderawasih), Waena, Kota Jayapura.

Massa demo yang bergerak ke DPRD Prov. Papua ini di pimpin oleh Benyamin Bayam Wenda (BEM Fisip Uncen) dan diikuti sekitar 100 orang dan bergabung dengan demonstran dari kampus lainnya di depan Kantor DPR Prov. Papua yang diperkirakan berjumlah 500 orang demonstran.

Benyamin mengatakan bahwa dalam demo ini mereka menuntut kepada DPRD Prov. Papua agar menutup PT. Freeport yang menurut mereka tidak ada manfaat bagi masyarakat Papua selama ini. Selain itu menurut Benyamin PT. Freeport adalah konspirasi Amerika yang selama ini ingin melepaskan Papua dari Indonesia.

Aksi demo di depan kantor DPR Prov. Papua ini di motori oleh beberapa tokoh mahasiswa antara lain Benyamin Bayam Wenda (BEM Fisip Uncen), Yason Ngelia selaku ketua GEMPAR, dan Samuel Womsiwor selaku SEKJEN Gempar yang secara bergantian melakukan orasi, adapun isi dari orasi yang mereka sampaikan mencakup 7 poin, antara lain :

1. Tutup Freeport,MIFEE dan MNC Lainnya yang merupakan dalang pelanggaran kemanusiaan di Tanah Papua

2.Tolak pembangunan Pangkalan Militer di Biak

3.Tarik TNI/Polri baik Organik dan non organik dari tanah Papua

4.Freeport wajib merehabilitasi kerusakan akibat eksploitasi tambang di Papua

5.Usut tangkap dan adili pelanggaran HAM selama keberadaan Freeport di Papua

6.Biarkan rakyat dan bangsa papua menentukan masa depan pengelolaan kekayaan alam di tanah Papua

7.Berikan hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi Demokrasi di Papua

Menanggapi demo tersebut sebagian besar warga Kota Jayapura berharap dalam setiap penyampaian aspirasi tidak terjadi kekacauan dan tidak menghambat lalu lintas yang ada di Kota Jayapura, karena dapat menghambat perekonomian di Jayapura. Terlebih lagi aspirasi harus mewakili seluruh rakyat Papua, jangan ada muatan-muatan dari kelompok-kelompok tertentu apalagi kelompok yang anti pemerintah.

Keluhan dari masyarakat ini disampaikan melalui beberapa akun facebook, yang merasa terganggu dengan adanya kegiatan aksi demo tersebut. Namun pihak Aparat keamanan baik TNI dan Polri secara ketat mengamankan kegiatan aksi tersebut sehingga aksi berjalan dengan aman sampai selesai dan massa pun membubarkan diri dengan tertib pada pukul 16.35 WIT.

News Feed