oleh

Empat Pimpinan DPRP Dipanggil Hakim

-News-254 views

kitorangpapuanews.com — Berdasar gugatan yang diajukan salah satu anggota DPR Papua, Nason Uti SE ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, empat pimpinan DPRP yaitu Jhony Banua Rouw, DR Yunus Wonda, Edoardus Kaize dan Yulianus Rumboirusy diminta untuk hadir memenuhi panggilan hakim guna dimintai keterangan dalam pemeriksaan persiapan. Ini setelah Nason Uti mengajukan gugatan terhadap keputusan Mendagri terkait SK penetapan pimpinan DPR Papua.

Kata Nason SK penetapan pimpinan definitif ini tidak berdasar mekanisme dan tahapan ketentuan peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2018. Tahapan yang semestinya harusnya menyelesaikan tata tertib lebih dulu namun dilompati. “Jadi SK pimpinan kami anggap tidak berdasar mekanisme. Tatib belum selesai SK definitif sudah keluar dan kemudian melantik tanpa kami menerima salinan tatib,” beber Nason, Selasa (3/3).

Ia menganggap ada pelanggaran mekanisme yang dilakukan oleh Kemendagri. Lalu kedua Kemendagri dalam rujukan tatib sudah diamanatkan dalam Undang undang Nomor 23 dan perarutan pemerintah Nomor 12 tahun 2018 untuk mengikuti tata tertib sebelumnya atau jika ingin membentuk tatib DPR baru maka patut berdasar tatib sebelumnya. “Tatib sebelumnya adalah pimpinan DPR haruslah orang asli Papua dan ini juga yang dilanggar oleh Kemendagri. Semestinya Kemendagri memasilitasi tim tatib dan Parpol namun ini tak dilakukan,” jelasnya.

Terkait itu Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw yang dikonfirmasi tak berkomentar banyak. Ia sempat tertawa dengan nada kaget namun menganggap bahwa proses gugatan adalah hak semua orang jika merasa tidak puas. “Tidak masalah itu kan haknya setiap orang,” singkatnya.

News Feed