Egianus Kogoya sang ‘Super star’ baru sebagai pemimpin tertinggi OPM saat ini

oleh -1.017 views

kitorangpapuanews –Egianus Kogoya, yang sekarang mengaku menjadi pimpinan utama KKSB Papua dan sebagai penanggung jawab atas berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil dan aparat keamanan di Papua mengklaim dirinya paling pantas dan layak untuk menjadi Panglima Perang Tertinggi OPM di wilayah pegunungan Papua. Beberapa aksi kekerasan yg dilakukannya antara lain, Menurut catatan kepolisian, sebelum penembakan di Distrik Yigi, dua tahun silam kelompok Egianus Kogoya pernah beberapa kali membuat kasus diantaranya:

1. Penembakan di Bandara Kenyam

Pada 25 Juni 2018, kelompok Egianus Kogoya menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air yang saat itu disewa Brimob Polri. Pasukan Brimob ini sedang bertugas untuk mengamankan pilkada. Dua orang juga terluka akibat insiden tersebut.

2. Penyekapan guru dan tenaga medis

Pada Oktober 2018, kelompok Egianus Kogoya pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.

3. Penembakan di jalan Trans Papua

Pada Desember 2017, pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi diserang kelompok Egianus Kogoya. Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh meninggal dan seorang aparat luka berat.

4. Penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya

Pada 1-2 Desember 2018, sebanyak 25 pekerja PT Istaka Karya, kontraktor jalan Trans Papua, dibawa ke Bukit Puncak Kabo. Dengan tangan terikat, mereka ditembak. Sembilan belas orang disebut tewas. Sebelumnya Goliat Tabuni menegaskan bahwa dirinya sampai saat ini masih menjadi pimpinan tertinggi OPM sekaligus menolak permintaan Lekagak Telenggen yg meminta diakui sebagai penggantinya. Akan tetapi Egianus Koyona muncul bak super star dan mengklaim dirinya sebagai pimpinan tertinggi OPM saat ini. Goliat Tabuni menilai apa yg dilakukan oleh Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya tidak sejalan dengan perjuangannya selama ini. Mereka berdua selalu melakukan aksi kriminal seperti pemerasan dengan kekerasan dan gangguan keamanan yg terkadang mengorbankan warga sipil. Hal tersebut ditegaskan oleh Goliat Tabuni yg menginginkan adanya kemakmuran untuk rakyat Papua dibawah bendera Yonduan (honai dan kapak) sedangkan Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya lebih kepada kekerasan dan gangguan keamanan yg mengusung bintang kejora.

Adanya tren perebutan kekuasaan dalam tubuh OPM yg sarat kepentingan ini akan berdampak pada situasi keamanan di Papua, karena masing-masing kelompok pasti ingin menunjukkan eksistensinya di bumi Cenderawasih dan pada akhirnya masyarakat yg menjadi korbannya serta pembangunan sektor infrastruktur di Papua dipastikan mengalami hambatan. Egianus Kogoya juga mengungkapkan bahwa Lekagak Talenggeng dan Goliath tabuni sudah tidak pantas menjadi pimpinan tertinggi OPM saat ini karena mereka sudah udzur dimakan usia. Ditambah lagi pengikut Egianus lebih banyak daripada  Goliat dan Lekagak.