oleh

Dubes PNG : ULMWP Papua Hanya Gerombolan, Tidak Mungkin Diterima Di MSG

-Artikel, Sosial-1.485 views

Kitorangpapuanews.com, Jakarta – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bukan sebuah negara berdaulat dan hal itu membuatnya tidak akan bisa memenuhi syarat keanggotaan yang telah ditetapkan di dalam Melanesian Spearhead Group (MSG).

Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar PNG untuk Indonesia, Commodore (Ret) Peter Ilau, DMS, CBE dalam sesi wawancara dengan awak media di kantor Kedubes PNG di Jakarta pekan lalu.

“MSG dalam piagamnya sangat jelas mengatakan bahwa siapa pun yang ingin menjadi anggota harus merupakan negara berdaulat. (Gerakan-gerakan pro kemerdekaan di Papua Barat) Papua Barat bukan negara berdaulat jadi secara otomatis tidak memenuhi syarat untuk keanggotaan di dalam MSG,” kata Dubes PNG.

Melanesian Spearhead Group (MSG) adalah organisasi internasional yang terdiri dari empat negara di Melanesia, yaitu Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, serta Front Pembebasan Nasional Kanak dari Kaledonia Baru.

“Negara-negara di MSG sangat menghargai kedaulatan, sehingga jika Papua Barat diberitakan akan memisahkan diri dari Indonesia, tentunya kami menentang hal tersebut, kami memiliki keyakinan bahwa itu hanya kepentingan segelintir orang saja,” tambahnya.

Organisasi internasional yang eksistensinya lebih pada etnis (keturunan) Melanesia ini berpengaruh cukup kuat. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi tampaknya melihat dan mempertimbangkan pula strategisnya MSG.

Sehingga pada bulan Juni 2015 Indonesia diterima sebagai anggota rekan. Masuknya Indonesia ke MSG juga tentu saja setelah MSG memikirkan bahwa Indonesia merupakan negara yang juga dihuni oleh keturunan Melanesia seperti penduduk Nusa Tenggara Timur, penduduk di Maluku dan penduduk Papua seluruhnya.

Menurut Dubes Peter Ilau di dalam MSG memang terdapat Front Pembebasan Nasional Kanak di Kaledonia Baru yang bukan sebuah negara berdaulat.

“Namun Kanak dari Kaledonia Baru adalah kasus khusus karena pemerintah Prancis memberi Kanak dukungan untuk menjadi anggota MSG. Itu sebabnya mereka menjadi anggota dan dalam piagam MSG sangat jelas: Anda harus menjadi negara berdaulat dan independen untuk menjadi anggota MSG,” tegasnya.

Untuk diketahui sebagai latar belakang, kelompok separatis Papua, yang tergabung dalam United Liberation Movement for West Papua gagal menjadi anggota penuh Melanesia Spearhead Group pada Konferensi Tingkat Tinggi yang berlangsung di Honiara, Kepulauan Solomon, Kamis, 14 Juli 2016. Ini memupus harapan gerakan tersebut untuk diakui menjadi anggota kelompok negara yang berada di gugusan kepulauan Pasifik itu.

“Sampai kapanpun ULMWP tidak akan berhasil menjadi anggota MSG, karena syarat berdaulat tidak terpenuhi dan kami mempertimbangkan banyaknya kejahatan yang dilakukan oleh kelompok separatis,” ucapnya. (*)

News Feed