Dr. Socratez S. Yoman Dicekal, Umat : Lebih Mementingkan Duniawi Dan Materi Pribadi

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Ironis dan tak logis, sebuah ungkapan yang sepertinya pantas menggambarkan sebuah perilaku tidak baik dari seorang Gembala Umat seperti Pendeta Dr. Socratez S. Yoman. Sebagai seorang pemuka agama, sepatutnya menjaga moral dan moril keagamaannya sebagai tauladan bagi umat, namun tidak begitu dengan bapak pendeta yang satu ini.

Dr. Socratez S. Yoman sudah tidak asing lagi didengar oleh Jemaat Baptis, Socratez lahir dan besar serta mengabdi dilingkungan jemaat gereja Baptis. Namanya besar setelah ia memutuskan untuk menjadi Gembala Umat dan memimpin umat, namun akhir-akhir ini kiprahnya sebagai pemuka agama dinodai oleh perilakunya yang tidak mencerminkan sebagai tauladan umat.

“Kami sudah tidak menganggap dia sebagai tokoh agama, dia sudah mangkir dari tugas sebagai Gembala, dia lebih memikirkan duniawi dan memikirkan materi kekayaan pribadinya,” kata Pendeta Beny Giay, usai memimpin ibadah, Minggu (19/11)

Socratez kabarnya sudah tidak pernah diberikan kesempatan untuk memimpin gereja, ia disingkirkan oleh jemaatnya sendiri.

“Jemaat sepakat untuk tidak lagi mengikuti apa yang pendeta Socratez ucapkan, perkataannya palsu dan tidak mengajak kepada kebaikan, setiap ajakannya bukan mendekatkan kepada Tuhan tetapi mengarah kepada sesuatu yang tidak manusiawi seperti pemberontakan, kekerasan dan hal-hal yang bersifat duniawi, disisi lain dia sering menggunakan dana umat untuk kepentingan pribadinya,” tutur Nesta Suhun, seorang jemaat gereja Baptis, Minggu (19/11).

Socratez diduga pernah menggelapkan dana gereja dengan jumlah yang besar untuk kepentingan pribadinya, selain dikecam oleh jemaatnya, ia pun disangkal oleh beberapa tokoh agama bahwa ia adalah seorang pendeta. Semoga kedepan Papua memiliki tokoh-tokoh agama yang mendekatkan umat kepada Tuhan bukan hanya mengurusi urusan duniawi semata. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *