oleh

Dianggap Akar Persoalan Politik, TPN-OPM Lakukan Penyerangan Aset Freeport

-Kriminal, News-202 views

Kitorangpapuanews.com -SENTANI-Kepala badan staf Makodam III, Kali Kopi Timika, Hendrik H. Wanmang mengatakan aksi penembakan terhadap areal PT Freeport mc Moran di Timika merupakan rencana aksi penyerangan besar-besaran untuk menutup areal tambang tersebut. Karena pihak TPN-OPM menilai perusahaan PT Freeport mcmoran Indonesia merupakan akar persoalan politik Papua Barat hingga saat ini.

“Menyangkut aksi rentetan penembakan yang beberapa hari dilakukan, memang dilakukan oleh kami TPN-OPM,”kata Hendrik H. Wanmang saat dihubungi media ini, Sabtu (7/3).

Dia menjelaskan, aksi penembakan ini sudah sesuai dengan Perintah Operasi (PO) sejak tahun 2017 dan itu akan berlanjut terus sampai dengan saat ini. Kemudian sebelum operasi ini dimulai, pihaknya yang terdiri dari seluruh pertahanan TPN-OPM mengadakan deklarasi persatuan dan kesatuan TPN-OPM di Ilaga Puncak pada tanggal 1 Agustus sampai dengan 5 agustus 2019.

“Hasilnya itu kami bersepakat seluruh perwira pertama, perwira menengah dan Perwira tinggi TPN-OPM untuk mengadakan aksi pertempuran dan memberikan kepercayaan penuh, yang diinstruksikan oleh seluruh pimpinan TPN-OPM kepada Tuan Geminus Lekagak Telenggen sebagai komandan operasi umum untuk memimpin penghancuran aset Freeport.
“Kegiatan pertempuran ini sudah berlangsung dari kemarin, dari tanggal 1 sampai sekarang.

Jadi tidak ada penentuan waktu untuk berakhirnya pertempuran itu sebelum tuntutan kami untuk menentukan nasib sendiri terlaksana,”tegasnya.

Lanjut dia, pihaknya menurunkan kekuatan penuh untuk melaksanakan misinya itu. Namun dia enggan menyebut berapa kekuatan personilnya yang diturunkan.

“Kekuatan penuh dan arah target sasaran penyerangan kami itu ke areal PT Freeport mc moran, itu harus dihancurkan karena Freeport sebagai sebab yang menyebabkan Akar masalah atau menyebabkan penjajahan atas bangsa Papua Barat,” ujarnya.

Dia juga menyebut sudah melakukan penembakan terhadap TNI dan Polri diwilayah itu. Hanya dia tidak menyebut berapa jumlah anggota TNI Polri yang terkena tembakan.

“Jadi masalah dari pihak TNI Polri itu, kami hanya menembak dan kami bukan turun untuk menghitung berapa jumlah korban, yang jelas kami sudah menembak mereka dan yang bisa memperlihatkan kepada publik berapa korban TNI Polri sekian banyak itu kembali kepada TNI-POLRI itu sendiri,” tegasnya.

Disinggung mengenai keberadaan masyarakat sipil di wilayah itu yang diungsikan ke Timika saat ini, menurutnya warga sipil lebih baik meninggalkan tempat areal tambang freeport itu. Kendati demikian, dia menegaskan tidak akan menembak warga sipil ataupun orang asli Papua. Dia juga mengklaim sampai saat ini belum ada warga sipil yang dilaporkan menjadi korban dalam penyerangan itu.

“TPN OPM sudah melihat yang mana yang masyarakat sipil mana yang musuh, TPN- OPM melakukan penyerangan dengan bijaksana dan tidak menutup mata. Harus lihat apakah dari masyarakat sipil ada korban atau tidak, kan tidak ada. Tpn-opm melihat musuh nya bukan masyarakat sipil nya,” ujarnya lagi.

Lebih jauh dia menjelaskan, berdasarkan perintah operasi bahwa medan tempur sudah ditentukan dari Eksber dampai Porsait maka seluruh wilayah area pertambangan Freeport MC Moran itu sebagai wilayah tempur. Oleh karena itu seluruh masyarakat pribumi maupun non Papua segera harus menghindar.

“Tidak harus dikatakan diungsikan karena pernyataan itu sudah jelas, kami sampaikan di hadapan publik di muka umum. Jadi masyarakat tidak bisa bertahan diri di dalam lingkungan itu ataupun TNI Polri tidak boleh memanfaatkan masyarakat sebagai pemalang atau pelindung diri itu tidak boleh. Harus memberikan ruang kebebasan kepada masyarakat supaya mereka bisa keluar dari wilayah pertempuran itu,” pintanya.

Dia kembali menegaskan, bahwa aksi penyerangan yang disebut sebagai perang oleh pihak TPN OPM itu akan terus berlangsung sampai pemerintah Indonesia, memberikan kedaulatan kepada Papua Barat.

“Kami sampaikan kepada pemerintah Indonesia bahwa sampai saat ini tuntutan kami sudah jelas memberikan kembali kedaulatan hak kepada bangsa Papua Barat yang sudah dianeksasi kan oleh pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Indonesia ke dalam pemerintahan Indonesia untuk kepentingan ekonomi dan politik di atas tanah Papua dengan melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap pertambangan Freeport MC Moran di atas tanah Papua,” tambahnya.

News Feed