oleh

Dewan Adat Serambakon : Kami tidak bisa ke kebun, Minta TNI Hadir Jaga Masyarakat Kami dari Teror KKSB OPM

-Artikel, News-312 views

Kitorangpapuanews.com – “Masyarakat di sini jadi ketakutan akhir-akhir ini, akibat banyak teror yang dilakukan oleh KKSB OPM tersebut, mereka bukan orang Papua, mereka sadis membunuh sesama saudara dan mengusir warga. mereka bohong berjuang untuk Papua tapi kenyataan nya membunuh dan memperkosa gadis kampung, Kami tidak bisa ke kebun dan takut untuk keluar rumah,”akunya.

“Saya berharap ini dapat menjadi atensi bagi aparat Pemerintah, TNI-Polri¬† agar hadir di kampung kami untuk menjaga dan melindungi masyarakat kami dari gangguan mereka, sehingga masyarakat di distrik ini kembali merasa aman. Sebagai kepala distrik saya tentunya mau agar masyarakat saya dapat merasa aman”, harapnya.

Masyarakat di distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang menolak keras disebut sebagai  Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM), ulah Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM) yang buat sengsara warga kami menjarah babi, menembak warga.

Hal ini ditegaskan Kepala distrik Serambakon, Thadeus Asemki. Bahkan selaku Kepala Kampung, Thadeus justru tidak mengetahui sama sekali terkait kelompok yang saat ini sedang berupaya mengganggu situasi kamtibmas khusus di kampungnya dan wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang pada umumnya.

“Selama lima tahun dan dua kali saya menjadi Kepala Distrik, belum pernah ada kejadian seperti akhir-akhir ini di Serambakon.Saya sudah pastikan bahwa mereka-mereka ini bukan masyarakat dari distrik ini. Saya juga sudah berkoordinasi dengan kepala-kepala distrik yang lain dengan harapan mereka dapat segera kembali ke daerahnya,” tegas Thadeus dalam siaran persnya, Rabu (01/04).

Rentetan teror penembakan yang dilakukan oleh KKSB OPM di Oksibil selama ini, ungkapnya, telah memberikan efek ketakutan dikalangan masyarakat.

“Masyarakat banyak mengeluh tidak bisa lagi pergi ke kebun, tidak bisa memanen hasil kebun yang seharusnya sudah waktunya, karena merasa takut di ganggu. Bahkan mereka juga merasa takut untuk keluar rumah”, ungkapnya.

Pihaknya berharap agar situasi dapat segera pulih sehingga aktifitas masyarakat dapat berjalan normal seperti biasanya.

Hal yang sama pun diterangkan oleh Ketua DAS (Dewan Adat Serambakon) Boni Laurens Mindana yang juga menyampaikan adanya ketakutan masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya dalam periode maret 2020 telah terjadi dua kali teror penembakan di wilayah pegunungan bintang. Pertama, penembakan terhadap mobil truk yang tengah melintas di Distrik Oksop, Senin, 2 Maret yang menyebabkan truk mengalami kecelakaan akibat pengemudi yang kaget diberondong tembakan. Lalu penembakan pesawat Casa milik TNI AU sesaat sebelum landing di bandara Oksibil. Dimana pesawat ditembak saat melintas diatas distrik Serambakon sepekan lalu.

News Feed