DEMI WIBAWA HUKUM, APARAT SIAP TINDAK TEGAS PUROM WENDA

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terus berulah telah membuat masyarakat Papua semakin resah. Sejumlah masyarakat dan tokoh adat setempat mengadu kepada aparat karena merasa tidak nyaman dengan hadirnya KKB. Hal ini mendorong aparat untuk dapat segera menindak tegas KKB  agar Papua bisa semakin aman.

Belum lama ini telah terjadi penembakan oleh KKB terhadap seorang tukang ojek. Pelaku penembakan diketahui adalah KKB Purom Wenda. Sesuai dengan aturan, upaya hukum terhadap pelaku harus ditegakan. Karenanya aparat terus berupaya menegakan hukum demi kewibawaan hukum itu sendiri.

“Personil kami menunggu waktu masuk ke sana untuk melakukan penegakan hukum kasus penembakan terhadap tukang ojek pada 1 November lalu,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin, usai silahturahmi dengan insan pers se Jayapura di Aula Rasta Samara, Mapolda Papua, Kota Jayapura Selasa (13/11).

Menurut Kapolda, pihaknya juga telah memetakan lokasi, dimana titik lokasi yang menjadi sasaran merupakan markas Purom Wenda KKB.

“Lokasinya itu tiga bukit, lokasi penembakan tukang ojek, orang bilang sih dekat, ya dekatnya itu, satu bukit satu hari ,karena itu bukit terjal,” jelas Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, dari analisis Polisi, mereka memiliki persenjataan lengkap. Dimana senjata KKB ini diduga kuat adalah senjata milik aparat yang dirampas dan di bunuh saat kejadian sebelumnya. (baca: APARAT BERHASIL BONGKAR KEKUATAN SENJATA API PUROM WENDA )

“Itu senjata anggota kami yang dirampas dan dibunuh. Ada mereka miliki senapan otmatis, minimi dan arsenal. Senjata otimatis dua dan yang lain senapan serbu,” kata Kapolda.

Martuani Sormin mengakui bahwa Kepolisian telah berhasil mengambil satu rantai amunisi sebanyak 98 butir karena tertinggal saat mereka dikejar ketika kontak tembak dengan Polri dan TNI awal bulan lalu.

Sebelumnya, pascapenembakan tukang ojek, awal November lalu, Kapolda Papua bertolak ke Lanny Jaya. Menurut Kapolda, kunjungannya ke Lanny Jaya dalam rangka bertatap muka dengan sejumlah pihak terkait penindakan terhadap KKB.

“Saya sudah ke Lanny Jaya dan bertemu semua pihak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, Pemerintah termasuk DPRD setempat dan menyampaikan akan melakukan penegakan hukum dan kami diizinkan masuk,” kata Kapolda yang juga mengaku sebelumnya personelnya tidak boleh masuk ke Disrik Balingga.

Dengan persetujuan semua pihak itu juga, lanjut Kapolda, pihaknya telah membuat pos pengamanan sementara yang diisi Satgas Gakkum TNI dan Polri.

“Pos itu kebetulan rumah guru yang tak di tempati, di sana ada satu pleton personel yang berjaga,” kata Kapolda yang menambahkan untuk mengantisipasi terjadinya tindakan-tindakan lain, pemerintah setempat juga telah mengungsikan para tenaga pendidikan. (*)