oleh

Dari 200 anggota TPN-OPM pelaku penyanderaan, 21 diantaranya adalah DPO Kepolisian sejak lama

-Artikel, Kriminal-1.273 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Sebanyak 21 orang anggota Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Kepolisian Resort (Polres) Mimika, Papua.

Sebagian dari mereka merupakan pelaku sejumlah aksi teror penembakan di area Freeport, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dan yang lainnya adalah DPO sejak lama dengan berbagai kasus kriminal seperti perampokan, pembunuhan dan pemerkosaan.

“21 orang tersebut diduga kuat terlibat berbagai aksi teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas milik Freeport Indonesia beberapa waktu lalu dan sebagian diantaranya sudah menjadi DPO sejak lama dengan berbagai kasus kriminal,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Senin (13/11/2017) pagi.

Selain sejumlah aksi teror di tambang Freeport, sebut dia, mereka juga diduga terlibat dalam kasus penembakan terhadap anggota Brimob, kasus penembakan terhadap warga sipil, kepemilikan senjata api serta beberapa aksi lainnya sejak 2015 sampai sekarang.

Kamal mengatakan, 21 DPO itu kini menguasai sejumlah perkampungan di dekat Distrik Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbeli hingga Banti.

Dia juga menyebutkan, kelompok tersebut menyandera dan melakukan intimidasi kepada warga sipil dan melarang keluar kampung guna mendapatkan barang kebutuhan pokok sehari-hari.

“Diindikasikan seperti itu, mereka menghambat warga untuk bepergian kemana-mana, selain disandera, mereka juga melakukan tindakan kekerasan dan pemerkosaan, bahkan menurut laporan terdapat beberapa warga meninggal akibat kekerasan dan kelaparan,” ucapnya.

Berikut nama-nama 21 orang yang dijadikan DPO yakni Teny Kwalik (pimpinan kelompok TPN-OPM), Germanus Elobo, Joni Beanal, Jomol Kwalik, Agus Uamang, Jhon Uamang, Hengky Uamang, Alfi Magal, Yance Uamang, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai. Kemungkinan besar daftar DPO ini akan bertambang, dikarenakan TPN-OPM semakin hari semakin menambah kekuatannya.

“Hampir semua pentolan kelompok bersenjata tersebut berkedudukan di Kampung Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura,” sebut dia.

Mereka diduga secara bersama-sama melakukan penembakan dan mengusai senjata api tanpa hak atau izin. Perbuatan mana melanggar ketentuan Pasal 340 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta pasal tentang tindakan teror karena melakukan penyanderaan.

Kamal menambahkan, aparat kepolisian dibantu TNI dan tokoh gereja melakukan upaya persuasif untuk mengembalikan situasi kondusif di Distrik Tembagapura.

“Kami juga meminta kepada kelompok ini untuk segera menyerahkan diri agar tidak terjadi jatuhnya korban lagi, karena kami aparat tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena Papua memerlukan situasi yang damai apalagi kita akan menjelang hari besar agama yaitu Natal tahun 2017,” kata dia. (**)

News Feed