DAERAHNYA RAWAN OLEH KELOMPOK SEPARATIS KKSB TPN OPM SANGAT DI AKUI BUPATI PUNCAK PAPUA

oleh

Kitorangpapuanews.com – Bupati Kabupaten Puncak, Willem tak membantah bahwa daerahnya dikuasai oleh kelompok separatis besar KKB TPN OPM pimpinan Lekagak Telenggen. Selain itu, ada juga kelompok kecil yang membentuk satu kesatuan, di antaranya kelompok KKB pimpinan Titus Murib, Selcius Murib, Militer Murib, Peni Murib, dan Samurai Murib.

“Saya biasa berkomunikasi dengan mereka (KKB) dan selalu saya sampaikan untuk menjaga Kabupaten Puncak untuk pembangunan,” kata Willem, Selasa 13 Agustus 2019.

Willem mencatat telah 6 kali terjadi kekerasan  pada warga sipil dan aparat di Ilaga ataupun Sinak. Ia memastikan pelakunya adalah kelompok separatis KKBSB TPN OPM dari Yambi, Kabupaten Puncak.

“Mereka (KKB) itu masuk tiba-tiba, ambil (bunuh atau serang) dan keluar dari kabupaten ini. Saya yakin, pelaku yang menyerang almarhum adalah kelompok dari luar. Sementara justru kelompok di sini (Puncak) akan menjaga daerahnya, sebab saya selalu berkomunikasi dengan mereka (KKB), untuk tetap jaga Puncak dan Papua,” ujarnya.

Untuk menghindari kekerasan dari separatis  KKBSB TPN OPM  dengan warga sipil dan aparat keamanan di daerahnya, Bupati Willem selalu mengingatkan kepada warga sipil untuk selalu menjaga kewaspadaan, terlebih dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan pernah lengah terhadap situasi apapun, harus waspada dalam situasi apa pun. Saya selalu ingatkan dorang warga sipil,” jelasnya.

Willem Wandik mengklaim pelaku penembakan Briptu Haedar, 24 tahun di Kampung Usir, Kabupaten Puncak merupakan separatis KKSB OPM TPN OPM  dari Yambi, Kabupaten Puncak Jaya kekerasan pada warga sipil dan aparat

Willem meminta pendekatan persuasif harus tetap dilakukan kepada KKB di Puncak. Salah satunya karena Kabupaten Puncak masih terus membangun. ” Daerah kami harus maju dan berubah,” katanya.

Dengan kejadian gugurnya Briptu Hedar, Pemkab Puncak dan masyarakat setempat ikut berbelasungkawa. Pemkab Puncak juga menanggung semua biaya evakuasi dari lokasi kejadian hingga almarhum dimakamkan di kampung halamannya.

“Kami juga berduka dengan kehilangan saudara Haedar dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan almarhum diterima di sisi-Nya,” tuturnya.

Kebrutalan Separatis KKSB TPN-OPM ini harus diakhiri. Pemerintah dan masyarakat Papua wajib bekerja sama untuk menghentikan kebrutalan seperatis KKSB TPN OPM dalam membunuh warga sipil dan pengrusakan pembangunan di Papua. Pemerintah juga harus serius menyikapi kasus-kasus yang dilakukan separatis KKSB TPN OPM di Papua ini. Sehingga warga Papua merasa aman untuk beraktivitas dan pembangunan infrastruktur di Papua berjalan baik demi kesejahteraan masyarakat Papua.