oleh

CUITAN PROPAGANDA VERONICA KOMAN “PUTAR BALIKAN FAKTA DAN MENDUKUNG PELANGGARAN HAM PEMBERONTAK/TERORIS OPM DI PAPUA “

-Artikel-659 views

Kitorangpapuanews.com – Tersangka Veronica koman yang masih berkeliaran bebas di Australia masih terus menyuarakan proganda situasi di Papua. Dengan memutarbalikan fakta dan mendukung gerakan pelanggaran HAM yang dilakukan  pemberontakan/Teroris OPM

Sangat tepat jika Label “RATU PROVOKATOR”, diberikan kepada veronica koman dengan berbagai kepalsuan data dan menjual derita masyarakat papua selama ini diluar negeri.

Lewat akun Twitter pada Jumat (20/12/2019), perempuan yang kini menjadi buronan itu menyebut TNI telah menembak satu warga di Nduga.

Dalam narasinya, Veronica menyatakan seorang warga bernama Hendrik Lokbere tewas ditembak prajurit TNI. 

“Hendrik Lokbere, seorang warga ditembak mati oleh TNI. Seorang saksi mengatakan bahwa ketika Hendrik mengemudi, ia menyorotkan lampu jauh ke arah para prajurit, yang kemudian menembaki kendaraannya.

Pernyataan Veronica koman menuduh aparat keamanan sangat kontra produktif dengan fakta sesungguhnya. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam investigasi aparat kemnan

Veronica Koman harus melihat kembali.berbagai peristiwa tragedi kemanusiaan lainnya yang terjadi di Nduga termasuk di daerah lain di seluruh wilayah Papua yang nyata-nyata dilakukan oleh Teroris OPM. Antara lain :

1.  Pemberontak/Teroris OPM melakukan pembantaian terhadap kedua tukang ojek hingga tewas La Ode Alwi (34) dan Sattiar B alias Midun ( 25) di Kampung Amunggi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak. Kamis (26/9) pukul 12.53 WIT.

2.  Pemberontak/Teoris OPM melakukan penembakan Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIT di Kios Ojong yang tepat berada di ujung Bandara Ilaga, Warga bernama Syahrudin ditembak hingga tewas di tempat.

3.  Peristiwa penghadangan dan penembakan oleh Pemberontak/Teroris terhadap warga sipil yang berasal dari sulawesi bernama Herianto (31), La Soni (25) dan Rijal (31) hingga tewas di tempat pada bulan Desember 2019

Sangat ironis sebab setiap tragedi kemanusian, pemerkosaan dan pembantaian yang dilakukan oleh Pemberontak Pemberontak/Teroris OPM, Veronica Koman tidak berkomentar prihatin apalagi menunjukkan sikap protes.

Tidak ada suatu hukum apapun yang membenarkan adanya seseorang atau sekelompok orang yang tanpa hak boleh mengangkat senjata secara illegal.

Tugas TNI-Polri semata, tetapi sesuai amanah konstitusi negara yaitu UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara. Jadi sangat ironis bila Veronica Koman yang bersikap bukannya membela negara tetapi justru membela dan melindungi para pemberontak negara..

Cuitan Provokasi di media sosial yang dilakukan veronica koman telah meresahkan dan merusak kedamaian masyaraka di Papua.

Pihak aparat TNI-POLRI harus segera untuk mengambil langkah tegas dengan menangkap dan Mengadili “Ratu Provokator” veronica koman ini di Indonesia.

 

News Feed