CERITA PERAWAT NOVIA GORBAY MENGABDI DI PAPUA

oleh

Wondama, Kitorang Papua – Papua selalu memiliki cerita. Kisah ini sangat tepat bagi siapapun pendatang yang hidup di Papua. Cerita kali ini dialami seorang perawat di daerah Wondama, Papua Barat, yaitu Novia Gorbay, Amd, Kep.

Novita Gorbay mengatakan bahwa di kesempatan ia bertugas menjadi seorang perawat di Papua, ia selalu memiliki cerita yang tidak pernah ia bisa lupakan.

“Salah satu yang tak terlupa itu saat saya menangani pasien dan saya terombang-ambing di tengah laut lepas,” ujar wanita yang akrab di sapa Novi ini, di sela Seminar Nasional Peluang dan Tantangan SDM Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu, (15/12).

Kejadian itu dialami Novi saat ia hendak menangani anak dari salah satu warga di daerah Wondama, Papua Barat.

“Waktu itu setelah saya berjaga sampai tengah malam, pukul 2 dini hari saya dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk-ngetuk pintu datang ke klinik. Warga itu ternyata bawa anaknya yang sedang sakit cukup parah,” tutur Novi saat menceritakan pengalamannya.

Kemudian setelah itu, Novi segera memberikan perawatan kepada anak yang ternyata mengalami demam tinggi. Ia pun segera memberikan pertolongan pertama kepada anak tersebut. Namun sangat disayangkan, saat itu di klinik tempat Novi bekerja tidak memiliki stok obat untuk anak-anak.

“Karena banyak yang sakit orang dewasa, saat itu klinik kami sedang tidak ada stok obat demam untuk anak-anak. Namun keadaannya memang sudah membaik setelah diberikan pertolongan pertama, tetapi saya tetap bilang untuk rujuk ke rumah sakit Wasior agar mendapatkan penanganan yang lebih baik,” jelas Novi.

Dalam perjalanannya menuju Wasior, Novi harus menaiki sebuah perahu kole-kole dengan mesin seadanya yang baru saja diberi lem. Tiba-tiba dalam perjalanan gelap tersebut mesin tersebut lepas dan jatuh ke dalam air.

“Posisi kami saat itu sedang di tengah laut. Kami terombang-ambing di tengah laut sekitar satu jam lebih. Saat itu yang saya ingat hanya orang tua, sudah tidak bisa fokus, tapi saya coba untuk tetap tenang,” ujar Novi kepada detikHealth.

Nasib baik tetap ada di pihak Novi. Sangat beruntung saat ia berada di tengah laut ternyata jaringan telepon masih baik, ia pun segera menghubungi pihak perusahaan untuk segera mengirim bala bantuan.

Setelah itu Novi bersama pasien pun selamat sampai tujuan dan pasien tersebut mendapatkan penanganan yang lebih baik setibanya di Rumah Sakit Wasior. (*)