Cerita Penjual Remote Keliling dari Banten Saat Terdampak Rusuh di Papua

oleh -8 views
Cerita Penjual Remote Keliling dari Banten Saat Terdampak Rusuh di Papua
Foto: Warga Banten yang mengungsi akibat kerusuhan di Wamena (Bahtiar/detikcom)
Kitorangpapuanews.com – Serang – Sebanyak 28 orang warga Banten dipulangkan hari ini dari wilayah Jayapura, Papua yang terdampak kerusuhan di Wamena. Kepulangan dibagi dua gelombang yang diberangkatkan dari Bandara Sentani.

Tujuh orang gelombang pertama dipulangkan atas nama, Hatib, Juher, Nuruh Huda, Fikri, Rofudin dan Taufiq, dan Aspihani. Mereka merupakan penjual remote televisi keliling di daerah Waena, Jayapura. Ketujuhnya tiba di Serang sekitar pukul 14.30 WIB.

Cerita Penjual Remote Keliling dari Banten Saat Terdampak Rusuh di Papua
Foto: Warga Banten yang mengungsi akibat kerusuhan di Wamena (Bahtiar/detikcom)

Taufiq mengatakan, warga Banten yang di Papua khususnya di Jayapura ada yang di Wamena, Waena, kawasan yang disebut daerah Ekspo dan Abe. Menurutnya, saat di Jayapura ada rentetan kerusuhan yang membuat warga resah dan ingin pulang kampung namun terkendala biaya.”Kerusuhan pertama di Jayapura tanggal 29 Agustus, itu hampir Kota Jayapura 1 minggu lumpuh tidak ada kegiatan apapun masyarakat takut semua,” kata Taufiq kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Minggu (6/10/2019).

Waktu itu, katanya tidak ada warga khususnya pendatang yang berani keluar rumah. Sebagian warga Banten juga ingin pulang karena kondisi yang tak kondusif.Lalu, pada 23 September, di Waena juga ada kerusuhan dan di kawasan yang disebut daerah Ekspo. Banyak warga yang mengungsi termasuk ke kantor Korem.”Waktu kerusuhan ngungsi semua ke Korem, kalau saya kebetulan di asrama tentara, jadi nggak ngungsi lagi,” kata Taufiq yang dari 2009 berjualan remote di Jayapura.

Saat itu menurutnya komunikasi juga terputus. Termasuk untuk menghubungi rekan sesama tukang remote keliling di Wamena bernama Ali.Tapi untungnya, rekannya tersebut bisa pulang menaiki pesawat Hercules. Setahunya, tak ada lagi warga Banten yang di Wamena.