oleh

Cegah Corona, Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua Perktetat Pengawasan di Pintu Masuk

Kitorangpapuanews.com -Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua sepakat memperketat pengawasan lalu lintas orang di pintu masuk wilayahnya untuk mencegah penyebaran virus corona di delapan kabupaten di Papua. Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua Befa Yigibalom mengatakan, pengawasan ketat diberlakukan di Bandara Wamena.
Bandara Wamena, kata Befa, merupakan pintu masuk utama ke sejumlah kabupaten di Pegunungan Tengah Papua. “Setiap orang yang datang dari Jayapura sampai di Wamena tidak pegang tangan dan harus diperiksa oleh petugas. Siapa pun Anda, termasuk bupati, pejabat siapa pun wajib diperiksa,” kata Befa di Wamena, Jumat (20/3/2020).
Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah sepakat membagikan informasi pencegahan penyebaran virus corona kepada setiap penumpang yang hendak menuju wilayah Pegunungan Tengah Papua melalui Bandara Wamena, mulai Sabtu (21/3/2020).
Bandara Wamena di Jayawijaya merupakan pintu masuk menuju wilayah Yalimo, Yahukimo, Nduga, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Nduga, dan Puncak Jaya. “Setelah sampai di Wamena, wajib mengisolasi diri di rumah, maupun pekerjaan, jaga jarak dengan anak istri, warga sekitar, tidak berpegang tangan sampai beberapa hari, kalau bisa 14 hari,” kata Befa. Befa menyebut belum ada kasus penularan Covid-19 di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Ia pun berharap kondisi tersebut tetap bertahan seperti itu. Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua beranggotakan kepala daerah dari Jayawijaya, Yalimo,Tolikara, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, Nduga, Puncak Jaya, dan Yahukimo. Hingga Kamis (19/3/2020), sebanyak 308 pasien dinyatakan positif mengidap Covid-19. Sementara, 25 pasien dinyatakan meninggal dan 15 dinyatakan sembuh. Sementara, di Papua terdapat lima pasien dalam pengawasan (PDP). Rinciannya, dua pasien di Jayapura, dua di Merauke, dan satu di Biak.

News Feed