oleh

Catut Nama Komnas HAM Di Setiap Pernyataan Pribadi, Natalius Pigai Kena Sanksi Kode Etik

-Artikel, Sosial-1.389 views

Jayapura – Salah satu komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, beberapa kali dalam kesempatan wawancara dengan media, Pigai seringkali menyatakan pernyataan-pernyataan yang dangkal, tanpa dasar dan terkesan fitnah. Salah satunya ia pernah menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua adalah kebohongan belaka.

Parahnya, ia seringkali mengeluarkan pernyataan dengan membawa nama Komnas HAM. Padahal pernyataan yang dilontarkan adalah pernyataan pribadi.

Namun Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat menyangkal bahwa pernyataan Pigai mewakili lembaga yang dipimpinnya.

Sejauh ini menurut Imdadun, Pigai seringkali membuat pernyataan yang terlalu dini dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Artinya setiap perkara perlu melewati proses, mulai dari pengumpulan data dan informasi serta melalui proses analisa, kesimpulan dan rekomendasi. Jika sudah melalui proses-proses tersebut barulah bisa mengeluarkan pernyataan sebagai hasil dari pemantauan yang matang.

Ditambahkan oleh Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia UII Yogya Eko Riyadi, pernyataan Pigai merupakan pernyataan politis yang tidak tepat dikeluarkan oleh anggota Komnas HAM.

“Komnas HAM itu harusnya kalau pun dia menyatakan sesuatu itu basisnya penyelidikan atau investigasi dulu. Dan yang dia lakukan itu kan sebenarnya pengawasan atas perlindungan HAM,” katanya.

“Komnas HAM itu bukan lembaga politik, bukan analis politik sehingga komentarnya pun komentar yang harus berbasis data dan instrumen hukum yang memadai, bukan komentar politik,” tambahnya.

Eko menambahkan ini bukan pertama kalinya komentar Pigai tidak mewakili lembaga yang mengkaji dan memantau persoalan-persoalan hak asasi manusia di Indonesia.

Imdadun sendiri mengatakan Komnas HAM akan meminta “mekanisme permintaan pertanggungjawaban secara internal” dari Pigai terkait pernyataan-pernyataannya di media yang melanggar kode etik Komnas HAM. (Dees)

News Feed