oleh

Bupati setempat dibantu TNI-Polri segera turun ke Masyarakat Gelar dialog mencari solusi penyelesaian dan mengamankan masyarakat Intan Jaya.

-Berita, News-621 views

Kitorangpapuanews.com – “Itu tergantung pemerintah yakni bupati dan jajaran untuk bagaimana melakukan pembinaan terhadap masyarakatnya, sehingga masyarakat tidak gampang terpengaruh dengan ajakan orang dari luar yang sengaja ingin mengacaukan daerah tersebut,” katanya lagi.

Dia menjelaskan Pemprov Papua juga meminta Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni untuk tidak sering meninggalkan daerahnya yang kini tengah berkonflik antara aparat keamanan (TNI Polri) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pasalnya, suatu daerah itu aman jika dapat dikendalikan oleh kepala daerahnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengajak jajaran pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk lebih mengedepankan pendekatan tindakan persuasif dalam upaya mencegah  munculnya konflik di wilayah setempat.

Asisten Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan Keamanan Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa di Jayapura, Senin, mengatakan tindakan persuasif ini berupa pendekatan kepada masyarakat melalui tokoh gereja, agama, adat, para kepala suku, tokoh pemuda oleh pemerintah dan TNI-Polri.

“Sebagai mantan camat, saya sering menghadapi masalah seperti itu, tetapi jika pemerintah selalu kompak menjalin kebersamaan dengan tokoh agama dan TNI-Polri serta kaum intelektual, pastinya masalah bisa diselesaikan,” katanya.

Menurut Doren, pihaknya mengharapkan bupati setempat dibantu TNI-Polri dapat segera turun di tengah masyarakat untuk menggelar dialog, mencari solusi penyelesaian dan mengamankan seluruh masyarakat Intan Jaya.

“Saya mengharapkan semua warga yang ada di Intan Jaya membangun komunikasi, koordinasi yang baik sinkronisasi baik, supaya masalah tidak timbul seperti di kabupaten lainnya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kini di Kabupaten  Intan Jaya, memang sedang terjadi krisis kepemimpinan pascapilkada 2017, meski Natalis Tabuni telah dilantik sebagai Bupati Intan Jaya untuk periode kedua, namun keberadaannya tidak sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat.

Terutama masyarakat pendukung calon bupati yang kalah yang mendiami Kota Sugapa, sebagai ibukota Kabupaten Intan Jaya di mana kondisi ini pula yang menyebabkan aktivitas pemerintahan tidak berjalan maksimal, lantaran bupati kabarnya lebih banyak berkantor di Nabire.

News Feed