oleh

Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka “Pemekaran Provinsi Papua Selatan Solusi Percepat Pembangunan”

-Artikel-428 views

Kitorangpapuanews.com –  Pemekaran Provinsi Papua Selatan, merupakan solusi yang tepat. Hal itu bertujuan mempercepat pembangunan. Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka menilai menginginkan kabupaten yang dipimpinnya itu masuk ke Papua Selatan. “Kami di Papua, khusunya Pegunungan Bintang, kami lihat dari letaknya lebih dekat dengan Papua Selatan, ketimbang ke Papua Tengah. Karena ada sejumlah hal yang mendasari itu, akses yang sudah terbangun jalan darat dari Merauke-Bovendigoel-Oksibil,” ujarnya di Jayapura, Senin (11/11/2019).

Dia mengatakan, pusat pemerintahan dan dunia usaha yang selama ini masih terpusat di Jayapura, bisa dibagi apabila pemekaran Papua Selatan direalisasikan. Merauke, lanjutnya, akan menjadi pusat pemerintahan dan bisnis untuk kawasan Papua Selatan. Hal itu akan merubah rute perjalanan utama dari Oksibil-Jayapura yang harus melewati medan yang sangat berbahaya. “Kami ini ke Jayapura harus melewati pegunungan tinggi dan cuaca yang selalu berubah. Ini yang selalu membuat banyak pesawat jatuh, sehingga masyarakat sudah trauma. Faktor itu membuka ruang untuk kami bisa bergabung ke sana,” tuturnya.

Costan memastikan aspirasi tersebut akan segera ia sampaikan ke masyarakat melalui DPRD Pegunungan Bintang. Terlebih, untuk pemekaran Provinsi Papua Selatan, saat ini baru ada 4 kabupaten, yaitu Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi.  “Jika masyarakat setuju ya kami bisa bergabung. Karena tambah kami sudah pas lima dan bisa memenuhi syarat untuk terbentuk satu provinsi,” kata Costan. Terkait ada tokoh-tokoh yang menolak usulan pemekaran di Papua, ia memandang hal tersebut sebagai sebuah dinamika yang tidak bisa dihindari.

Sementara menurut John Gluba Gebze  mantan Bupati Merauke dua periode ini  (2000 – 2010), keinginan dan rencana pembentukan Provinsi Papua Selatan bukan baru muncul pada penghujung tahun 2019 ini namun sudah lebih dari 17 tahun keinginan rakyat  Papua Selatan ini diperjuangkan. Barulah pada menjelang akhir tahun ini, Pemerintah Pusat mulai lebih serius  lagi dan memastikan untuk  mewujudkan keinginan rakyat  itu.

“Kami tidak ingin  terjerumus ke dalam debat kusir yang tidak produktif terkait rencana pembentukan Provinsi Papua Selatan karena  debat itu tidak bermanfaat bagi kebaikan seluruh rakyat di Tanah Papua khususnya rakyat yang bermukim di wilayah Papua Selatan. Lebih baik kita menunjukkan bukti nyata kepada rakyat  ketimbang berdebat hal-hal  yang tidak produktif,”

John Gluba  Gebze berharap, kiranya aspirasi mulia dari seluruh lapisan masyarakat Papua Selatan  yang telah disambut baik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat segera terwujud  menjadi sebuah “kado Natal” terindah pada  akhir Tahun 2019  dimana realitas membuktikan bahwa mayoritas penduduk Papua Selatan pemeluk Nasrani.

News Feed