BUPATI JAYAWIJAYA MENDUKUNG MAMA-MAMA PENJUAL MAKANAN

oleh

Wamena, Kitorang Papua – Umbi bakar dan bakar adalah makanan khas warga Papua pegunungan. Panganan ini dapat ditemui menjelang sore di pinggiran jalan Wamena. Karena aktifitasnya yang dianggap mengganggu, Pemkab Jayawijaya berencana akan menertibkan para pedagang tradisional ini.

Hal ini mengundang sejumlah mama-mama asli Papua yang menjual makanan tradisional datang menemui Bupati Jayawijaya John Richard Banua.

Sekitar 19 lebih mama-mama itu bertemu Bupati untuk memohon agar pemerintah tidak memindahkan mereka dari lokasi yang sedang digunakan untuk menjual makanan masak tradisional.

Bupati mengatakan, mama-mama itu menjual umbi jalar dan daging babi yang dibakar dengan batu panas atau lebih dikenal dengan istilah bakar batu.

Selama ini mama-mama berjualan di pinggiran Jalan Irian pada pukul 17:00 hingga pukul 21.00 WIT.

“Yang terpenting mereka menjaga kebersihan tempat yang digunakan untuk berjualan makanan. Pemerintah melarang mereka untuk menjual pinang di tempat yang nanti disediakan,” katanya, Sabtu (19/1).

Ia mengatakan, pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada mama-mama asli Papua untuk berjualan, sebab mereka hanya berjualan pada sore hari. Bupati mengatakan, Pemkab Jayawijaya berencana menyediakan lokasi berjualan yang lebih layak, misalnya di halaman Mall Wamena.

“Ada tanah pemerintah yang kosong, mengapa kita tidak memberikan kepada mereka, dari pada jalan itu menjadi tempat kumpul orang untuk mabuk. Yang penting mama-mama ini menjaga kebersihan,” tegasnya.

Bupati mengatakan tidak ada salahnya jika pemerintah menyediakan sarana dan prasarana berjualan bagi mama-mama itu. (*)