BIOSOLAR B-20 SUDAH MENJANGKAU PAPUA, AMAN DIGUNAKAN

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Pemerintah akan menjadikan solar B20 untuk dipasok ke seluruh Indonesia, termasuk ke Papua. Hingga kini, 62 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Papua telah menerima dan memperjualbelikan bahan bakar mandatori 20 persen minyak nabati.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Brosto Galih Nugroho, mengemukakan bahwa ke-62 SPBU tersebut tak hanya di perkotaan, tetapi juga SPBU Kompak, Mini, dan Nelayan yang ada di MOR VIII.

“SPBU di wilayah Papua sudah menyalurkan biosolar sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 tahun 2018 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel,” ujarnya.

Untuk Pembangkit Listrik, Biosloar juga telah distribusikan ke pembangkit yang ada di seluruh wilayah kerja.

“Biosolar juga di-supply ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B), mengenai harga, itu business to business antara Pertamina dengan PLN,” ujarnya.

Manager Unit Pelaksana Pembangkitan PLN WP2B, Nyoman Satriadi Rai, membenarkan bahwa penyaluran B20 sudah diterima PLN sejak 18 November 2018.

“Memang kami sudah gunakan untuk PLTD yang ada, namun untuk PLTMG lebih lama sedikit karena keterbatasan storage, namun saat ini kami sudah gunakan,” ujarnya.

Untuk efek penggunaan B20 kepada mesin PLTD milik PLN, Nyoman masih belum memastikan apakah ada pengaruh.

“Namun secara visual sebelum membongkar knalpot dan suaranya tidak ada perubahan nanti, kita akan cek dan akan melihat seperti filter apakah berpengaruh dengan mesin dan kita akan jadwalkan dalam pemeliharaan,” ujarnya.

Nyoman mengatakan penggunaan B20 dimulai dari Sorong, Manokwari, Merauke, hingga Biak, kemudian Jayapura.

“Kebutuhan BBM Jayapura saja per bulan rata-rata 9 juta liter, sedangkan Papua Barat untuk unit di bawah sektor saja sekitar 17 juta liter liter,” katanya.

Deny, petugas SPBU Nagoya mengaku telah menerima biosolar dari Pertamina sejak 8 November 2018. Sejauh ini SPBU-nya belum menerima komplain dari pengguna B20.

“Belum ada pemilik mobil yang komplain,” ujarnya. (*)