oleh

Billy Mambrasar Menghasilkan Enterpreuner Generasi Milenial Papua di Bidang Pertanian

-Berita-264 views

Kitorangpapuanews.com –  Rudy berharap dengan adanya kerja sama ini, dapat meningkatkan ekonomi kreatif da menghasilkan enterpreuner muda khususnya bagi generasi milenial papua yang ada di Papua Barat. “Hal ini agar kita bisa menjadi tuan di negerinya sendiri,” tandasnya. Dirinya berharap dengan penandatanganan MOA, akan menciptakan wirausahawan yang baru, khususnya di sektor pertanian. Untuk bisa membantu Pemerintah Daerah, dalam memenuhi kebutuhan khususnya memasuki hari besar keagamaan.

Billy Mambrasar Dorong Kesejahteraan Masyarakat Papua Melalui Bidang Pertanian Penandatanganan Memorandum Of Agreement (MOA) antara PT Papua Muda Inspirasi bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat,

Dalam rangka mengembangkan budidaya sayuran hydroponik dalam rangka mendorong kesejahteraan masyarakat di Papua Barat khususnya bidang pertanian, PT Papua Muda Inspirasi bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, menandatangani Memorandum Of Agreement (MOA), Rabu (26/2).

Penandatanganan MOA yang berlangsung di Vega Hotel, Kota Sorong Papua Barat, dilakukan oleh Direktur Utama PT Papua Muda Inspirasi Gracia Billy Mambrasar dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rudy Johanes Kabes.

Direktur Utama PT Papua Muda Inspirasi Gracia Billy Mambrasar mengatakan melihat produksi hydroponik yang dilakukan, merupakan inisiatif yang baik dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. “Melihat pergerakan anak muda papua yang meningkat, PT Papua Muda Inspirasi mengambil inisiatif untuk memaksimalkan peran anak papua dengan kekuatannya untuk menjual, mendistribusikan dan membranding lagi hydroponik. Targetnya kita bukan hanya dijual secara internal di Papua dan Papua Barat saja, tapi juga sampai ke tanah Jawa,” ujar Billy yang juga merupakan Staf Khusus Presiden Gugus Muda.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Melkias Wernussa menuturkan di Papua Barat memiliki lahan yang cukup luas, tetapi kemudian 80 persen ketergantungan impor dari daerah luar. “Misalkan sayur, telur, daging ayam dan lainnya datang dari luar. Sebenarnya kita punya pasar yang cukup bagus yang perlu didorong dan pemerintah memang harus hadir ditengah-tengah mereka, untuk menjawab bagaimana pasarnya,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rudy Johanes Kabes menuturkan saat ini pihaknya membuat program Obor Pangan Lestari (OPAL), yang didalamnya ada budidaya tanaman hydroponik, vertigasi, apaphonik. “Program ini dibuat dalam rangka menghemat lahan dan mengembangkan tanaman sayuran. Ini juga untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” bebernya.

News Feed