oleh

Billy Mambrasar Mengajak anak muda Papua bangkit dengan prestasi dan Fokus Belajar Saat Kuliah

-Artikel, News-863 views

Kitorangpapuanews – Siapa yang tak kenal Billy Mambrasar? Salah satu anak muda asli Papua yang penuh dengan prestasi gemilang yang membanggakan tanah Papua, sebagai tempat kelahirannya.

Jangan salah, saat ia menempuh kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Buktinya, dengan tekun Billy akhirnya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Australia untuk kuliah di Australian National University (ANU).

Lulus menjadi mahasiswa terbaik dari ANU, Billy saat ini sedang mengejar gelar masternya yang kedua di perguruan tinggi terbaik dunia versi Times Higher Education: Universitas Oxford, Inggris.

Billy memang tak pernah lupa akan ucapan rasis yang pernah ia terimanya saat kulian di ITB.

“Sakit hati pasti ada, kita jangan mau terprovokasi orang mengajak demo untuk kepentingan kelompok dan pribadinya. Saya memilih untuk tak mengambil dalam hati. Niat saya belajar saat kuliah dan saya mau membuktikan kepada orang yang mengejek, bahwa saya akan lebih baik dari manusia itu,” kata Billy

Bangkitnya Anak Muda Papua

Sederet anak muda asli Papua telah membuktikan dirinya maju dengan kemampuannya. Anak muda di Papua, selalu mampu menjadi dirinya sendiri. Sebut saja sejumlah anak muda yang berprestasi dalam bidangnya.

Ada Neas Wanimbo, anak asli Wamena pendiri perpustakaan gratis yang baru terpilih sebagai pemimpin muda ASEAN. Lalu, Maya Wospakrik, putri dari Biak yang menjadi peneliti dan fisikawan di Laboratorium internasional di Amerika Serikat.

Ada pula George Saa, anak muda dari Sorong penemu rumus fisika, dan sederetan anak-anak Papua berprestasi lainnya yang telah membuktikan bahwa Papua bisa lebih maju dari saat ini.

Kini, Billy yang ditunjuk sebagai advokat SDG Myworld 2030 dari UNDP Asia Pasifik, berpesan kepada anak muda Papua untuk maju dan bangkit, membuktikan kepada dunia bahwa Papua juga bisa maju dan bisa mengalahkan lainnya.

Billy menyebutkan manusia yang menganggap manusia lain lebih rendah karena fisiknya, adalah manusia yang tidak beretika. Satu-satunya jalan untuk menghadapi manusia itu adalah dengan menunjukkan prestasi.

Walau begitu, Billy tetap meminta pemerintah serius memproses hukum pelaku rasisme kepada mahasiswa ataupun warga Papua. Ia pun meminta agar aksi anti rasisme yang dilakukan saat ini tidak anarkis dan jangan menyampaikan aspirasi dengan amarah.

“Buktikan, bahwa anak Papua sejajar dengan anak muda lainnya di Indonesia. Satu-satunya jalan untuk kita menghentikan rasisme berkepanjangan adalah hanya dengan prestasi. Saya sudah buktikan itu. Ayo anak muda Papua, kita bangkit dengan prestasi tara usah terprovokasi dengan kelompok dan kepentingan pribadi seseorang,” ujarnya.

 

 

News Feed