oleh

Biadab !!! KKSB OPM Tembak Mati 2 Petugas Medis COVID 19 Saat Mengambil Obat-obatan Untuk Warga di Papua

Kitorangpapuanews.com – “Mereka ini sementara bertugas mengambil obat-obatan di Sugapa untuk dibawa menuju ke Distrik Wandai. Namun dalam perjalanan mereka dihadang sehingga terjadilah peristiwa ini. Jam persisnya saya belum tau karena belum konfirmasi karena di atas HP-nya mati atau di luar jangkauan,” terang Natalis Tabuni.

Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni, mengatakan dua tenaga medis COVID-19 Papua yang ditembak oleh KKSB OPM saat sedang bertugas. Keduanya diduga ditembak saat sedang mengambil obat-obatan dari ibukota Sugapa untuk dibawa ke Distrik Wandai.

Bupati menyebut korban Eunico Somou adalah Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sudah lama melayani bertugas melayani masyarakat di Distrik Wandai.

“Eunico Somou adalah kepala Pustu di sana. Dia sudah lama melayani masyarakat setempat. Dan sejak pendemi virus corona ini masuk ke Papua. Keduanya masuk Tim Gugus COVID-19 tingkat kecamatan,” kata Natalis Tabuni.

Lanjut Natalis Tabuni, keterbatasan sarana telekomunikasi di Distrik Wandai yang masih harus menggunakan radio, menjadi salah satu kendala pihaknya susah mendapatkan informasi di sana. Ia berharap korban luka secepatnya dievakuasi agar mendapat pertolongan medis.

“Besok saya bersama Kapolres Intan Jaya dan Dandim akan bertolak menuju ke Distrik Wandai untuk mengevakuasi jenazah dan satu korban kritis. Semoga korban luka ini dapat bertahan untuk kami jemput dan bawa ke Nabire ditangani tim medis,” ujarnya lagi.

Natalis Tabuni mengaku saat ini sedang berupaya membangun komunikasi dengan sejumlah anggota DPRD yang sementara melaksanakan reses di Distrik Wandai.

“Ada beberapa anggota DPR asal Distrik Wandai yang sementara reses. Sehingga kami berupaya menghubungi mereka melalui HP satelit untuk mengkonfirmasi kejadian ini,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, mengatakan korban Elnico Somou adalah sosok yang baik. 

“Niko adalah orang baik. Dia pernah membantu saya waktu tidak ada tenaga kesehatan di Puskesmas Sugapa dan Paniai sekitar tahun 2003 lalu,” ujar Aaron.

Lanjut Aaron, korban sebelumnya adalah mantan Kepala Puskesmas Homeyo dan kemudian ditarik ke Dinas Kesehatan Intan Jaya sebagai pengelola program Imunisasi. 

“Niko adalah anak asli suku Moni Intan Jaya yang ditarik ke Dinkes untuk dikaderkan menjadi pemimpin masa depan,” tandas Aaron.

 

News Feed