Bhakti Kesehatan TNI Atasi Gizi Buruk Dan Wabah Penyakit Campak Di Kabupaten Asmat

oleh

Kitorangpapuanews.com, Asmat – Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di Kabupaten Asmat cukup mengejutkan seantero nusantara, KLB yang disebabkan oleh wabah penyakit campak dan gizi buruk yang melanda anak-anak di Kabupaten Asmat beberapa waktu terakhir ini telah merenggut sedikitnya 61 orang anak meninggal dunia dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tak terkecuali TNI sebagai benteng pertahanan Negara. Justru TNI lah yang secara sigap dan cepat langsung membentuk Tim Bhakti Kesehatan TNI untuk Asmat.

Sebanyak 53 personel tenaga medis yang tergabung dalam Satgas Kesehatan TNI untuk menangani masalah wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

“Pasukan hari ini sudah berangkat dari Halim. Ada bantuan tenaga medis dan bantuan makanan,” ujar Panglima Kodam XVII Cenderawasih , Mayjen TNI George Elnadus Supit saat ditemui di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (15/1).

Supit mengaku terkejut saat pertama kali mengetahui informasi mengenai wabah penyakit tersebut. Ia menyadari bahwa masyarakat di Kabupaten Asmat masih tinggal di pedalaman yang masih minim akses dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Kesehatan memang masih sangat kurang. Seharusnya mereka imunisasi untuk anak-anaknya, tapi itu tidak dilaksanakan,” katanya.

Selain tenaga medis yang masih terbatas, kondisi alam dan lokasi desa yang tersebar juga menyulitkan tenaga medis untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Sehingga diharapkan dengan dibentuknya satgas kesehatan TNI diharapkan dapat menjangkau lebih dalam daerah-daerah yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Pangdam Cenderawasih juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengecek secara langsung kondisi dilapangan. Ia pun memastikan bahwa wabah penyakit ini hanya terjadi di Kabupaten Asmat saja, sedangkan di daerah lain tidak ditemukan wabah tersebut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *