BESARNYA MANFAAT PASAR MURAH JELANG NATAL & TAHUN BARU 2019

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 biasanya harga kebutuhan pokok meningkat. Mengantisipasi hal itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga.

Pasar murah diadakan di Taman Imbi Jayapura, Kamis (13/12). Kegiatan ini diselenggarakan Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura bersama Bank Indonesia, perbankan, dan Bulog dengan melibatkan sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Mengutip pada pemberitaan tabloidjubi.com, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto, mengatakan pasar murah digelar untuk pengendalian inflasi.

“Ini rutin diadakan, dalam setahun dua kali, di pasar murah pasti harganya lebih murah daripada yang ada di pasar-pasar biasanya,” ujar Joko Supratikto.

Menurut Joko, harga bahan pokok sehari-hari seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, dan daging terkadang mengalami kenaikan pada saat-saat tertentu, biasanya menjelang hari-hari raya keagamaan seperti  Idul Fitri dan Natal.

“Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan TPID untuk menstabilkan harga di pasar, harga di sini lebih murah daripada harga di pasar,” katanya.

Menurut Joko, inflasi di Papua hingga November 2018 sudah melewati batas target nasional, yaitu 3,5 plus minus 1 persen. Artinya, kenaikan harga rata-rata nasional paling tinggi 4,5 persen, namun di Papua pada November ini sudah 4,8 persen.

“Untuk inflasi yang ada di Papua menjadi perhatian kita bersama, pasar murah yang ada salah satunya untuk meredam gejolak kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Pelaksana Tugas Harian Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekey, mengapresiasi penyelenggaraan pasar murah di Kota Jayapura.

Ia menjelaskan harga yang jauh dari harga pasar. Misalnya telur ayam dijual per rak isi 30 butir Rp 50 ribu, jauh lebih murah dari harga pasar Rp 65 ribu.

Kehadiran pasar murah sangat berarti bagi masyarakat dan juga sekaligus menekan inflasi di Kota Jayapura. Pasar murah juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM, seperti pengakuan Mariace Marani, penjual ikan asap yang laris manis.

“Setiap pasar murah saya ikut, sehari saya membawa 100 ekor, harga satu ekor Rp 40 ribu karena sudah disubsidi, kalau di pasar Rp 60 ribu satu ekor,” ujarnya.

Karena memang murah, tak heran masyarakat Jayapura berbondong mendatangi pasar murah yang setiap hari buka mulai pukul 9 pagi.

Seorang pengunjung, Andriana Tabuni, mengaku pasar murah sangat membantu masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

“Saya beli telur ayam satu rak Rp 50 ribu, kalau beli di pasar harganya Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu, harapan saya kalau bisa setiap bulan dilakukan pasar murah agar pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

Kitorang berterimakasih pada pemerintah yang sudah berupaya memperhatikan masyarakat. Natal akan menjadi berkat dan Tahun Baru 2019 akan menjadi lebih baik untuk kemajuan Papua. (*)