oleh

Berkunjung Ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Papua

Kitorangpapuanews.com – Mungkin beberapa dari kalian masih asing mendengar Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Beberapa taman nasional laut yang familiar di telinga kalian, biasanya ada Taman Nasional Bunaken, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Karimun Jawa, Taman Nasional Wakatobi, dan Taman Nasional laut lainnya.

Tahukah kamu bahwa Teluk Cenderawasih juga merupakan Taman Nasional. Taman Nasional ini terletak di dua kabupaten yaitu, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. 

Dari 7 Taman Nasional Laut yang ada di Indonesia, Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan Taman Nasional Laut terluas di Indonesia, luas arealnya mencapai 1.453.500 hektare. Sangat luas bukan?

Taman Nasional ini terbagi menjadi 3 Bidang Wilayah yaitu Wilayah I Nabire, Wilayah II Wasior, dan Wilayah III Yembekiri. Masing-masing wilayah sangat kaya akan terumbu karangnya dan memiliki keunikan masing-masing. 

Mulai dari Bidang Wilayah III Yembekiri, kita bisa mengunjungi Pulau Nusrowi, Pulau Roswar yang menyimpan sumber air panas dalam laut, Pulau Purup yang menyimpan batu tulis, dan masih banyak lagi. Sedangkan di Bidang Wilayah II Wasior, kita bisa mengunjungi Kepulauan Auri, Pulau Matas yang indah dengan pasir putih nan halus, mengikuti ekowisata di Kampung Aisandami, melakukan trekking ke hutan untuk melihat burung-burung cenderawasih, ataupun melakukan wisata religi Gereja Isna Jedi di Pulau Roon dan wisata sejarah melihat bangkai pesawat peninggalan Perang Dunia II di Selat Numamuram. Selanjutnya, di Bidang Wilayah I Nabire, kita bisa menjumpai kebun kima dan menjumpai hiu paus yang berenang bebas sepanjang waktu di Kwatisore.

Oh iya, tidak perlu khawatir, di sini kalian bisa menginap di homestay milik masyarakat lokal. Biaya menginap berkisar Rp. 250.000-Rp. 300.000 per malamnya dan sudah termasuk makan. Selain menikmati wisata bahari kalian juga bisa menikmati wisata budaya, mulai dari pentas pertunjukan tarian adat dan ikut membuat makanan tradisional khas Papua dari sagu (Papeda) dengan mama-mama di sini.

Jadi bagaimana? Selagi menunggu pandemi COVID-19 ini selesai, ayo siapkan tabungan untuk berlibur ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Selagi menyiapkan waktu dan tabungan, mari kita juga perhatikan beberapa hal yang perlu dilakukan saat berlibur ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih :

Ketika menaiki perahu motor, dan melewati daerah padang lamun atau melewati hamparan terumbu karang, dan juga bertemu satwa seperti dugong, lumba-lumba, penyu dan satwa lainnya, harap perahu motor dapat dijalankan secara pelan. 

Dukung dan ikuti gerakan “Clean Marine/Bersih Laut”. Gerakan ini mengajak semua orang untuk tidak membuang sampahnya ke laut dan mengajak semua orang untuk mengambil sampah yang ditemukan di laut. Hal ini dilakukan untuk menjaga laut tetap bersih, bebas dari sampah, sehingga satwa-satwa laut yang ada terlindungi, tidak memakan atau terlilit sampah tersebut. 

jika menemukan hewan/satwa yang terdampar, sakit maupun terluka, dapat menghubungi Kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional (yang terdapat di masing-masing wilayah) atau Kantor Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Ikan untuk Masa Depan! jika melakukan penangkapan ikan, harap dilakukan secara bijaksana, ikan yang masih kecil/belum dewasa sebaiknya dilepas kembali ke alam, hal ini dilakukan karena ikan-ikan kecil tersebut masih dapat tumbuh dan berkembang biak.

yang berbahaya bagi terumbu karang dan ekosistem laut. Sebagai kaum pencinta lingkungan, kamu bisa melakukan snorkeling atau berenang di pantai dengan menggunakan pakaian renang/selam yang panjang, atau UV Protective Clothing. Opsi lainnya yaitu gunakan sunscreen/sunblock yang tidak mengandung bahan kimia diatas. Yuk, mulai cek sunscreen/sunblock yang kamu punya.

Ketika sedang berenang, snorkeling atau diving, jangan menyentuh satwa atau memegang/menginjak karang. Satwa tersebut akan merasa tidak nyaman dan merasa terancam dan kemudian bisa menyerang balik, atau bisa juga menyebabkan satwa tersebut stress dan akhirnya mati. Memegang atau menginjak karang dapat menyebabkan karang tersebut mati.

Ikuti petunjuk ranger dan guide, sepanjang kalian berwisata ikuti petunjuk dari mereka dengan baik ya.

Salah satu pantai di Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Saat berkunjung ke taman nasional laut lainnya kamu pun juga bisa menerapkan beberapa hal di atas. Jadi mulai dari sekarang, yuk siapkan waktu dan tabungan kalian untuk berkunjung ke Teluk Cenderawasih! Masyarakat di sini sangat menunggu kedatangan kalian. Tidak hanya sekadar liburan, kedatangan kalian juga sangat membantu perekonomian masyarakat di sini loh.

 

News Feed