oleh

Berapa Banyak Lagi korban KSB?? “Hanya Tuhan Yang Boleh Ambil Nyawa Manusia!!

-Artikel, Sosial-1.463 views
Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua (Foto : Dok. Khusus)

Kelompok Separatis Bersenjata sudah menjadi tokoh antagonis dalam sebuah cerita yang selalu membawa hal negatif bagi ketentraman masyarakat di Papua. Beberapa pekan ini kelompok kriminal/sipil bersenjata yang mengatas namakan diri mereka sebagai Kelompok Separatis Bersenjata itu telah melakukan aksi penembakan yang telah meresahkan warga dan melukai 2 orang anggota TNI di Daerah Yambi, Papua.

Mereka telah menembak aparat keamanan yang bertugas menjaga keamanan di wilayah Yambi seolah mereka merasa bahwa merekalah yang menguasai wilayah paling hebat. Masyarakat setempat merasa tidak aman dengan keberadaan kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Padahal kelompok kriminal bersenjata tersebut merupakan putra asli Papua dan bahkan ada beberapa dari mereka yang masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seharusnya mereka bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak perlu melakukan aksi kriminal yang hanya merugikan mereka dan keluarga mereka.

Sampai saat ini aparat kemanan yang bertugas di Papua masih tetap melaksanakan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab guna menjaga kondisi stabilitas keamanan di Papua agar tetap kondusif.

Sehingga masyarakat Papua tidak perlu takut dan cemas dengan keberadaan kelompok kriminal bersenjata tersebut. Jika di kilas balik, sudah berapa banyak korban jiwa dan luka-luka yang di akibatkan oleh kebrutalan kelompok bersenjata ini.

Aksi-aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut seperti sudah direncanakan oleh mereka, karena setelah melakukan penembakan mereka biasanya langsung lari masuk ke dalam hutan tanpa meninggalkan jejak seperti setan yang menghilang.

Tentunya kelompok bersenjata ini harus bertanggung jawab, harus ditangkap dan di adili, karena aksi penembakan tersebut yang telah menimbulkan korban dari aparat keamanan kita. Yang jelas, kelompok bersenjata ini sudah banyak menimbulkan korban jiwa baik dari pihak keamanan maupun dari warga sipil. Tidak ada HAM untuk pembunuh, pembuat onar, perampok dan pemerkosa.

Sudah jelas bahwa aksi mereka juga termasuk pelanggaran HAM. Karena setiap WNI mempunyai hak untuk hidup, tapi kelompok kriminal bersenjata tersebut telah membunuh mereka. Masyarakat Papua sangat kecewa terhadap aksi dari kelompok kriminal bersenjata yang merupakan putra asli Papua. Mereka menganggap bahwa mereka adalah teroris dan hantu bagi ketentraman masyarakat Papua. (DS)

News Feed