oleh

Berada Dalam Penyanderaan, Kondisi Psikologis Masyarakat Tembagapura Sangat Memprihatinkan

-Artikel, Kriminal-1.835 views

Kitorangpapuanews.com, Mimika – TPN-OPM sudah menyandera sekitar 1.300 orang di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua selama 4 hari. Dari informasi terbaru yang didapatkan, TPN-OPM memberikan akses kepada para perempua untukn meninggalkan wilayah kampung hanya untuk mencari kebutuhan pangan.

“Saat ini yang diberikan akses adalah ibu-ibu, diberi akses untuk keluar berbelanja. Namun yang bapak-bapak atau laki-laki tidak diberikan akses. Mereka dilarang untuk keluar dari lokasi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Warga di Kampung Kimbely dan Banti masih hidup dalam sanderaan kelompok bersenjata, walaupun demikian kondisinya sangat memperihatinkan karena mendapatkan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual dari Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM). Selain terjadi banyak aksi kekerasan Kondisi psikologis masyarakat menjadi perhatian banyak pihak.

Negosiasi dengan pihak TPN-OPM pun belum bisa dilakukan, karena TPN-OPM sama sekali belum memberikan pernyataan permintaan terkait ‘penyanderaan’ yang dilakukan. 

“Sudah mencoba menghubungi pimpinannya, tetapi belum ada kontak yang intens. Artinya negosiasi belum ada. Mereka belum menyatakan permintaan-permintaan,” tutur Setyo.

Sebelumnya disebutkan TNI dan Polri akan membentuk tim gabungan demi menyelesaikan perkara ini. Sejumlah langkah sudah dipersiapkan. TNI dan Polri mengutamakan tindakan lunak terlebih dahulu untuk menghadapi TPN-OPM.

“Langkah-langkah soft akan dilakukan oleh Polisi. Apabila soft tidak bisa, maka TNI akan melakukan tindakan selanjutnya,” kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/11).

TPN-OPM yang sering membuat kekacauan di sana. Mereka menjadikan para penambang dan masyarakat sebagai tameng dari kejaran aparat Polri-TNI. (**)

News Feed