Benny Wenda di Balik Rusuh Berdarah di Wamena

oleh -22 views
Hasil gambar untuk benny wenda
Benny Wenda (Foto: BBC Indonesia)
Jakarta – Kericuhan berdarah terjadi di Wamena. Menko Polhukam Wiranto mengatakan tokoh separatis Papua, Benny Wenda, beradad di balik kerusuhan itu.Kericuhan di Wamena setidaknya mulai pecah sejak Senin (23/9/2019). Ada 16 warga yang dilaporkan tewas saat itu.”Sementara lagi didata, dapat dilaporkan 16 orang meninggal, warga masyarakat,” ujar Kapendam Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto saat dihubungi.Saat itu, Polisi juga menyebut ada tujuh orang personel kepolisian yang terluka dalam kerusuhan di Wamena. Mereka terluka akibat penyerangan dengan panah.”Tujuh orang luka-luka. Dia pakai panah busur,” ujar Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya saat dihubungi wartawan, Senin (23/9).
Para perusuh yang diduga dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ini, menurut Tonny, menyusup dengan menggunakan seragam SMA ke kelompok pelajar PGRI. Mereka membakar sejumlah bangunan, termasuk kantor bupati di Wamena.”Kelompok ini mau bikin lagi (rusuh), nyerang malam hari. Mereka kan anarkis. Kita sempat baku tembak sama KKB, sempat dia tembak-tembak di Jalan Irian,” sambungnya.Kondisi di Wamena saat itu disebut sudah bisa dikendalikan aparat gabungan TNI-Polri. Warga, termasuk warga pendatang, memilih mengungsi ke kantor polisi dan TNI karena takut.Jumlah korban tewas bertambah. Pada Rabu (25/9), Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut korban tewas akibat ricuh di Wamena berjumlah 30 orang.”Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, yang dikutip dari Antara.

Gelombang pengungsi pun terjadi akibat kericuhan ini. Ada ribuan warga yang dibantu oleh aparat untuk keluar dari Wamena menuju daerah lain.Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan dukacita dan menyebut korban tewas akibat peristiwa ini mencapai 33 orang. Dia meminta kerusuhan di Wamena tak ditarik menjadi konflik antar-etnis.”Saya ucapkan duka mendalam meninggalnya korban di Wamena, 33 meninggal. Perlu saya sampaikan aparat keamanan kerja keras lindungi warga,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9).

“Jangan ada yang geser ini menjadi sebuah konflik etnis. Ini adalah KKB turun ke gunung dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga dan juga kepala suku di Wamena ajak warga juga tidak mengungsi ke luar Wamena dan polisi tangkap beberapa tersangka pembakaran dan pembunuhan di Wamena,” sambung Jokowi.Terbaru, Menko Polhukam Wiranto menyebut ada peran Benny Wenda di balik kericuhan ini. Dia mengatakan KKB mendapat instruksi dari Benny untuk menyerang warga pendatang di Wamena.

“Kita terus mengejar siapa aksi-aksi provokasi dan sebagainya. Tapi serangan-serangan itu kan dilakukan oleh KKB. Kelompok bersenjata mereka. Mereka dapat instruksi dari Benny Wenda untuk menyerang pendatang dan kerusuhan di kota-kota, termasuk di media sosial,” kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).Wiranto pun menyebut provokasi di media sosial terus dilakukan untuk menciptakan kegaduhan sehingga Wiranto mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi serta mendinginkan suasana.”Maka kita mengharapkan masyarakat terutama masyarakat yang bergerak di medsos bantu mendinginkan suasana ini. Membantu agar masyarakat menghilangkan trauma itu,” kata dia.

Wiranto juga mengatakan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw telah mengimbau masyarakat agar kembali ke Wamena. Sementara itu, Wiranto memastikan pemerintah terus berupaya untuk memberikan jaminan keamanan kepada warga.”Kapola Papua kan sudah juga menyampaikan penjelasan ke masyarakat, bahwa mengimbau ke masyarakat ayo balik ke sana. Namun kami juga harus memberikan jaminan keamanan yang utuh,” ucapnya.