oleh

BEM Uncen gelar demo damai tuntut Papua lebih aman

-Sosial-1.080 views
Demo mahasiswa Uncen di DPRP, tuntut kondisi aman di Papua 22/5/2017 (Foto : Dees)

Jayapura, Kitorangpapuanews.com – Demo damai mahasiswa ini dilakukan oleh sekitar 50 orang mahasiswa, di depan kantor DPRP Papua (22/5/2017). Mereka menyuarakan kondisi keamanan Papua yang saat ini sedang meningkat tindak kriminal perampokan, kekerasan sampai pembunuhan. Sebelumnya, para peserta aksi melakukan pemalangan jalan masuk ke kampus Uncen untuk menggalang massa, sehingga aksi tersebut sempat menghambat kegiatan belajar para mahasiswa yang akan melaksanakan perkuliahan.

Aksi ini di koordinatori oleh Norberd Bobbi dan Faskalis Boma (BEM Uncen), dalam aksi ini mereka membawa beberapa spanduk yang bertuliskan, Papua tidak akan damai dengan masalah penganiyaan dan pembunuhan, seluruh masyarakat kecewa dengan kondisi yang sangat meresahkan pembunuhan, sebelum ada konflik berkepanjangan, kami minta gubernur, dprp, pihak keamanan, pihak korban duduk dan menyelesaikan masalah pembunuhan di kota jayapura, dan usut tuntas pelaku penganiyaan, penembakan, dan pembunuhan pada bulan mei diseluruh tanah papua.

Pada intinya, peserta aksi menuntut Pemerintah dan Aparat menciptakan kondisi aman dan nyaman kepada masyarakat. Mereka pun meminta Aparat agar mengusut tuntas kriminalitas yang terjadi belakangan ini.

Para peserta aksi pun, mengecam pelaku kekerasan dan pembunuhan di Waena, mereka bertekad membantu Pemerintah dan Aparat untuk bersama-sama membantu mencari para pelaku pembunuhan tersebut demi menciptakan kondisi yang aman di Papua.

DPO kasus pembunuhan di Waena (Dok. Kepolisian)

Kapolresta Jayapura AKBP Marison Tober H. Sirait menemui peserta saat penggalangan massa di gerbang Uncen, Kapolres memberikan arahan kepada para peserta aksi agar mahasiswa berpikir inteletual dan bijak dalam menanggapi setiap kasus yang terjadi dibeberapa tempat di jayapura kota jangan percaya dengan berita-berita yang tidak benar.

Marison pun menegaskan bahwa pelaku pembunuhan yang terjadi dibuper sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Marison pun meminta kepada para peserta aksi untuk bersama-sama dengan Pemerintah dan Aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di masyarakat. (DS)

 

News Feed