BBM SATU HARGA, HADIRNYA SPBU KOMPAK DI BOLAKME

oleh

Jayawijaya, Kitorang Papua – PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII kembali menjalankan program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Papua dengan membuka SPBU Kompak. Kali ini, Pertamina membuka SPBU Kompak di Kampung Lani, Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Jumat (22/2/2019).

Sebelum diresmikan, SPBU Kompak 86.995.18 ini telah diujicobakan operasionalnya sejak tahun 2018 yang lalu. SPBU Kompak ini dilengkapi dengan dua unit nozzle untuk masing-masing produk dan dua unit mesin pompa mini untuk menampung BBM yang disalurkan ke wilayah ini.

“Kali ini BBM 1 harga juga diresmikan di Bolakme ini bersamaan dengan peresmian BBM 1 harga di Pulau Buru Maluku,” jelas Unit Manager Comm & CSR MOR VIII – Maluku Papua Brasto Galih Nugroho.

Pertamina terus berkomitmen menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh wilayah Indonesia agar semua masyarakat dapat menikmati energi secara adil di wilayah-wilayah tertinggal, terluar, terdepan (3T).

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk dapat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak di distrik Bolakme, maka warga sekitar dapat menikmati harga BBM yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

“Harga BBM di lembaga penyalur Pertamina mengacu kepada Kepmen ESDM No. 4738 Tahun 2016 yakni harga premium Rp 6.450 per liter dan harga solar Rp 5.150 per liter. Sebelumnya, harga BBM di Bolakme mencapai Rp 25.000-Rp 30.000 per liter,” katanya.

BBM di Distrik Bolakme dikirim dari Supply Point Terminal BBM Jayapura yang diangkut menggunakan mobil tangki kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 145 kilometer dengan waktu tempuh normal hingga 3 jam. Adapun setiap dua kali dalam sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak 50 KL Bio Solar dan 150 KL Premium.

“Kami berharap, dengan hadirnya BBM satu harga di sini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung-kampung,” jelasnya.

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi menegaskan, Distrik Bolagme ini merupakan pintu masuk antarkabupaten khususnya di Kabupaten Tolikara, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah dan Puncak Jaya. Sehingga kebutuhan BBM berdampak besar bagi masyarakat.

“BBM yang ada di daerah ini, tentunya tak hanya diakses oleh masyarakat di wilayah ini saja, melainkan menjadi kebutuhan daerah lain, khususnya untuk penggunaan transportasi. Kami berharap SPBU ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga berdampak kepada peningkatan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” lugasnya. (*)