oleh

Barisan Merah Putih Ajak Duduk Bersama, Jelang Otsus Papua Berakhir

-Artikel, News-386 views

Kitorangpapuanews.com“Harusnya ada lembaga khusus yang mengatur dana otsus agar dikelola terpisah. Jika ada lembaga khusus, maka pemerintah dengan mudah memanggil lembaga ini. Tetapi jika disatukan menjadi kas daerah maka tidak akan kelihatan penggunaan dana otsus tersebut,” ucapnya. Barisan Merah Putih Provinsi Papua meminta semua pihak duduk bersama, jelang otonomi khusus (otsus) Papua akan berakhir pada 2021.

Sekjen Barisan Merah Putih Papua, Yonas Nusy menyebutkan semua pihak tak bisa mengatakan bahwa ini hanya urusan Jakarta atau Papua. Tapi, hal ini telah masuk pada Program Legislasi Nasional (prolegnas), sehingga perlu ada gerakan dari instansi terkait seperti kelembagaan adat, LSM dan gereja duduk bersama membicarakan agenda pelaksanaan perubahan UU Otsus.

“Revisi undang-undang Otsus sudah menjadi agenda nasional dan akan dibicarakan oleh dewan, sesuai jadwal sidang. Sehingga perlu ada gerakan inisiatif dari seluruh instansi terkait yang ada di tanah Papua dapat membicarakan apa yang akan dibahas dalam prolegnas di DPR RI,” katanya, Rabu 4 Maret 2020.

Barisan Merah Putih Provinsi Papua belum mengetahui apakah nantinya pemberlakukan Otsus Papua akan sama dengan yang diajukan oleh Gubernur Papua yaitu Otsus Plus ataukah berbeda dengan yang sudah diajukan. “Ini yang perlu kita komunikasikan. Bila perlu DPR Papua menjadi fasilitator yang baik untuk mengkomunikasikan hal ini,” ujarnya.

Menurut Yonas, ada beberapa pasal yang sangat sensitif dan tidak boleh hilang dalam Otsus untuk bisa meyakinkan orang asli Papua, bahwa negara benar-benar menghormati kehidupan orang asli Papua (OAP) sebagaimana tercatat dalam UU Otsus nomor 21 tahun 2001.

Yonas menambahkan jika dana otsus tetap berlanjut, maka banyak hal yang nantinya akan mengganggu, terutama UU Pemerintah Daerah nomor 32 tahun 2004 dan UU Otsus harus segera disamakan agar tidak ada perbedaan antara provinsi dan kabupaten/kota.

 

News Feed