BAKTI PT. FREEPORT MEMAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA

oleh

Purwakarta, Kitorang Papua – Sebagai bentuk bakti PT Freeport Indonesia (PT. FI) untuk memajukan masyarakat Papua, PT. FI bergerak dalam bidang pendidikan bagi anak muda Papua generasi penerus. PT. FI berupaya mendukung amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945 yang salah satunya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

PT. FI mendukung 14 orang pemuda asal Papua mengikuti ekspedisi kepemudaan, yakni Ekspedisi Bhinneka bagi Bangsa di Jawa Barat. Para pemuda itu adalah siswa Yayasan Pendidikan Jayawijaya yang didirikan PT. FI.

Para peserta Papua tersebut bergabung dengan peserta lainnya dari berbagai penjuru Indonesia dalam mengikuti kegiatan pendidikan karakter berbasis ekspedisi alam bebas selama lima hari beberapa waktu lalu di OBI Eco Campus, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti kegiatan ekspedisi alam yang meliputi pendakian gunung, pengibaran bendera, pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, hingga bergotong royong membangun rakit.

“Ada 14 anak dari Papua, mereka terdiri dari siswa-siswi SMP, yakni kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Dalam kegiatan ini, mereka menjadi terbiasa untuk dapat bergaul dengan teman-teman dari beragam latar belakang,” kata Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah Yayasan Pendidikan Jayawijaya Omih Gobay dalam pernyataannya, Rabu (21/11).

Omih menjelaskan, mereka sudah terbiasa berada dalam lingkungan yang majemuk. Mereka tinggal dan bersekolah di lingkungan area kerja perusahaan PT. FI di Papua. Nilai-nilai kehormatan untuk saling menghargai dan menghormati ditanamkan di lingkungan ini.

Wendy Kusumawidagdo, penggagas Ekspedisi Bhinneka bagi Bangsa menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan akan mempererat rasa persaudaraan para peserta.

“Kami mengumpulkan anak-anak dari Aceh sampai Papua, totalnya 13 provinsi, dan terdiri dari suku, agama, umur, dan ras berbeda. Anak-anak tersebut melakukan berbagai macam aktivitas alam seperti mendaki gunung dan berbagai kegiatan lainnya yang melatih kerjasama, toleransi serta rasa saling pengertian,” papar Wendy. (*)