APARAT MUSNAHKAN UNGGAS ILEGAL DARI FILIPINA

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Aparat pelabuhan Jayapura bertindak jeli dan sigap. Pasalnya, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, Papua, menyita dan memusnahkan sebelas ekor hewan jenis unggas, karena tidak memiliki dokumen resmi, saat masuk ke Kota Jayapura, Rabu (28/11).

Sebelas unggas terdiri dari 6 ekor burung love bird, satu merpati dan ayam Filipina masuk ke Kota Jayapura melalui jalur pelabuhan. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura Muhlis Natsir mengungkapkan, pihaknya selama ini intens melakukan razia pada saat kapal penumpang sandar di pelabuhan dan juga terhadap orang yang masuk melalui jalur perbatasan.

“Tujuan kami melakukan razia, guna mencegah masuknya hewan dan tumbuhan yang dilarang masuk ke Papua. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah, yakni mencegah masuknya virus flu burung dan juga penyakit tanaman,” ungkapnya, saat ditemui melakukan pemusnahan terhadap unggas hasil razia.

Dikatakan, pemusnahan hewan dan tumbuhan ini didasarkan pada Undang-undang nomor 16 tahun 1992/ PP nomor 82 tahun 2000, sesuai SK Gubernur Papua nomor 158 tahun 2004, tentang larangan pemasukan unggas dan produk-produk lainnya ke Papua.

Bagi siapa pun yang akan mendatangkan dan memasukkan hewan atau tumbuhan dari luar Papua, harus meminta rekomendasi pemasukan dan pengeluaran dari instansi terkait, tempat hewan dan tumbuhan tersebut dibawa,” tandas Natsir. (*)