APARAT KEAMANAN AKAN TINDAK TEGAS KELOMPOK PENEBAR TEROR PADA 1 DESEMBER

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – 1 Desember ramai diisukan sebagai hari ulang tahun Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Pada hari ini tentu dimanfaatkan oleh kelompok itu untuk mengganggu keamanan. Seperti contohnya melakukan pengibaran bendera bintang kejora yang diikuti aksi-aksi anarkis hingga meneror masyarakat. Hal ini sangat meresahan masyarakat Papua, karenanya aparat akan menindak tegas kelompok orang tersebut.

Aparat keamanan, dalam hal ini Kepolisian Daerah Papua, akan melakukan penegakan hukum bagi pihak yang melakukan aksi pengibaran bendera bintang kejora (lambang yang biasa digunakan TPN/OPM) pada tanggal 1 Desember mendatang. Polda Papua juga mengingatkan akan ada konsekuensi apabila kelompok OPM melakukan aksi teror pada 1 Desember.

“Apabila mereka melakukan teror. Kita teror juga mereka,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal, Kamis lalu (29/11).

“Papua ini sudah final bagian dari NKRI, jadi bila ada kelompok–kelompok yang mau mencoba memecah belah kesatuan bangsa ini, maka aparat memiliki tugas untuk tidak membiarkan hal itu terjadi,” lanjut Kamal.

Meskipun begitu, aparat keamanan tidak akan melakukan antisipasi berlebihan menjelang hari ulang tahun TPN/OPM 1 Desember mendatang. Karena 1 Desember tak beda dengan tanggal 1 di bulan lainnya. Upaya preventif aparat keamanan bila ada kelompok masyarakat yang memiliki pemahaman berbeda dengan NKRI, aparat akan melalukan tindakan humanis. Karena masalah ini merupakan masalah pemikiran yang berbeda sehingga perlu dengan pendekatan.

Aparat menghimbau agar masyarakat di Papua jangan terprovokasi dengan kegiatan yang akan digelar oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab pada tanggal 1 Desember nanti, karena itu merupakan pelanggaran hukum yaitu makar.

Dua hari menjelang 1 Desember 2018, situasi keamanan Papua pada umumnya relatif kondusif. Aktivitas perekonomian dan perkantoran serta kegiatan pendidikan berjalan dengan normal seperti biasanya. Aparat keamanan mengakui, meningkatkan pengamanan pada Desember, namun dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru 2019.

“Kalau biasanya kita patroli 3 kali sehari, saat ini bisa 6 kali. Tapi, itu kita lakukan lantaran memasuki perayaan Natal dan tahun baru. Di mana diketahui bersama bulan Desember, aktivitas masyarakat meningkat. Jadi, kita perlu lakukan antisipasi adanya tindakan kejahatan dari pelaku kriminal,” ujar dia.

Kitorang bersiap diri berkumpul bersama keluarga merayakan Natal dan Tahun Baru 2019. Jangan biarkan ulah kelompok yang tidak bertanggung jawab membuat situasi aman Papua menjadi gaduh. Kitorang rindukan keluarga, kedamaian dan persatuan. (*)