APARAT HIMBAU MASYARAKAT PAPUA TIDAK TERPROVOKASI PERINGATAN 1 DESEMBER

oleh

Jayawijaya, Kitorang Papua – Bulan Desember merupakan bulan perayaan Natal, khususnya di Papua yang mayoritas beragama Nasrani. Pada bulan ini pula, tepatnya pada tanggal 1 Desember terkadang diperingati sebagai Hari Melanesia. Hari itu dijadikan sebagai momentum oleh kelompok yang mengatasnamakan perjuangan Papua, yang sebetulnya perjuangan itu hanya untuk kepentingan kelompok mereka sendiri, dengan melakukan aksi massa. Untuk wilayah Papua, Desember menjadi bulan yang diantisipasi kemanannya.

Hal ini mendorong Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua untuk meningkatkan keamanan di wilayahnya jelang 1 Desember. Kepolisian juga mengimbau kepada warga di tiga kabupaten setempat untuk tidak melakukan aksi yang bertentangan dengan prinsip dasar NKRI pada 1 Desember mendatang.

Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba mengatakan, 1 Desember kadang diperingati beberapa oknum warga Papua sebagai hari Melanesia. Untuk mengantisipasi aktivitas yang melanggar hukum pada 1 Desember, Polres Jayawijaya telah mempersiapkan personel keamanan di titik-titik yang dianggap rawan terjadinya pengelompokan massa.

“Kami memang sudah mempersiapkan anggota kami untuk antisipasi. Namun kami ingatkan masyarakat lebih fokus dengan perayaan Natal dari pada mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa merugikan diri sendiri,” ujar Yan Pieter di Wamena, Minggu (25/11).

Imbauan kepolisian tersebut juga berlaku kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Nduga, yang merupakan wilayah hukum Polres Jayawijaya.

“Kami sudah minimalisir dampak-dampak kejahatan, sehingga kalau ada informasi yang membutuhkan bantuan maka saya akan meminta bantuan dari Polda dan TNI untuk wilayah yang masuk tanggung jawab Polres Jayawijaya,” katanya. (*)