APARAT AMANKAN PELAKU KERUSUHAN YANG MENGAKU WARTAWAN

oleh

Tomohon, Kitorang Papua – Berita hoax kembali ditebar media onlie tabloidjubi.com. Pada media itu diberitakan bahwa jurnalisnya yang bernama Jubi Piter Lokon menerima perlakuan diskriminatif saat melakukan tugas peliputan aksi 1 Desember yang digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Asrama Kamasan VIII, Kelurahan Talete II, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (1/12).

Diberitakan bahwa Piter diinterogasi oleh Aparat Gabungan dan menerima perlakuan diskriminatif. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi dan keadaan sebenarnya.

Berdasarkan konfirmasi dari Kapolres Kota Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi, S.IK. kepada wartawan, mengungkapkan bahwa dibenarkan adanya penangkapan sejumlah orang karena telah melakukan tindakan kerusuhan dan mengaku sebagai wartawan.

Upaya aparat melakukan tindakan pengamanan ini merupakan aksi tanggap terhadap laporan warga karena merasa resah adanya aktivitas ini.

“Warga sangat resah datang melaporkan kepada kami. Ulah mereka sebagai mahasiswa tidak wajar. Mereka ini bukan belajar menuntut ilmu malah berkumpul dan mabuk-mabukan”, ujar Kapolres Tomohon.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa aparat yang ada di lapangan adalah jajaran anggota Kepolisian Resor (Polres) Tomohon dan tidak ada aparat keamanan dari TNI. (*)