oleh

Apa alasan TPN-OPM memilih Kampung Kimbely dan Banti sebagai basis penyanderaan??

-Artikel, Kriminal-1.351 views

Kitorangpapuanews.com, Jakarta – Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) telah melakukan penyanderaan terhadap masyarakat di Kampung Kimbely dan Banti, Tembagapura, Timika, Papua, dimana para sandera dilarang untuk keluar masuk daerah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Wiranto menerangkan, pemerintah telah melakukan pemetaan atas konflik tersebut, dimana kedua kampung tersebut merupakan kawasan pendulangan emas.

“Mungkin ada sekitar 8.000 orang mendulang emas dari seluruh Indonesia,” kata Wiranto setelah menghadiri peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata, Jumat (10/11), seperti diinformasikan melalui laman resmi Humas Polri.

Wiranto menyatakan jika sejauh ini Polri dan TNI telah melakukan upaya persuasif atas tindakan tersebut. “Jika upaya tersebut tidak bisa juga, maka pemerintah tidak akan segan melakukan upaya hukum untuk mengusir dan menangkap kelompok tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, daerah yang digunakan untuk penyanderaan sangat jauh dan sulit diakses, sehingga Polri dan TNI membutuhkan waktu untuk bisa menembus hingga ke daerah tersebut. “Namun hal itu tidak membuat para aparat menghentikan usahanya untuk segera merapat ke daerah itu,” ucap dia.

Ditengarai mengapa TPN-OPM memilih Kampung Kimberly dan Banti adalah karena potensi logistik di kedua kampung tersebut cukup banyak, terlebih lagi aksesnya sulit untuk dijangkau sehingga aparat akan kesulitan menjangkau dua kampung tersebut.

Wiranto menjelaskan jika pihak yang dilawan oleh pemerintah kali ini bukan merupakan organisasi politik atau organisasi masyarakat yang tercantum secara sah. Namun kelompok ini merupakan kelompok kriminal bersenjata yang sedang melakukan aksi teror.

Wiranto menegaskan bahwa yang dilakukan Polisi dan TNI bukanlah melawan masyarakat Papua, melainkan melawan kelompok bersenjata, yang tidak disukai masyarakat lokal dan pemerintah daerahnya. Kelompok TPN-OPM sudah sejak lama meresahkan kehidupan masyarakat Papua seperti yang disampaikan oleh para tokoh agama dan tokoh adat di Tembagapura yang bersama-sama dengan TNI dan Polri melakukan langkah pendekatan secara persuasif.(**)

News Feed