oleh

Anggota TNI Ditarik, Pedagang Pasar Jibama Resah

-News, Publik-136 views

Kitorangpapuanews.com -WAMENA-Pedagang Pasar Jibama (Pasar Baru) Wamena mengeluhkan masalah keamanan di tempat usahanya pasca penarikan anggota TNI yang bertugas di sana, beberapa waktu lalu.  Pasalnya mereka sering diteror dengan pelemparan kios di malam hari, bahkan dipalak dengan ancaman senjata tajam oleh oknum masyarakat yang mabuk dalam pasar.

  Ketua Asosiasi Pedagang Jayawijaya Iswardi mengaku menyikapi keresahan para pedagang ini, pihaknya datang  untuk menyampaikan masalah ini kepada pemerintah daerah.

   “Kami datang   untuk mepertanyakan masalah ini, karena kemarin keamanan masih terbantu dengan adanya pos TNI disana, namun tanpa sepengetahuan kami pasukan itu ditarik dan pasca ditarik keamanan Pasar Jibama menjadi sudah tidak aman,”ungkap Iswardi, Rabu (18/3) kemarin.

  Iswardi mengaku sudah koordinasi dengan Pos Pol di Pasar Jibama, namun pihak pospol juga kurang maksimal karena personelnya juga terbatas dan ada beberapa hal lain yang perlu dibahas dengan Pemkab Jayawijaya.

  “Bagi kami pedagang di Pasar Jibama yang penting itu adalah menjalankan aktifitas dagang itu dengan rasa aman. Gangguan keamanan sering kami alamai saat ada orang abuk melakukan palak dengan menentukan sendiri nilai uangnya di bawah ancaman benda tajam, jika tidak ada uang barangnya diambil sesuka hatinya,”beber Iswardi

   Ia mengaku keamanan yang kurang kondusif dalam Pasar Jibama ini tak hanya terjadi pada beberapa orang, hampir semua pedagang disana merasakannya. Selaku pelaku usaha ia tak ingin mencari masalah dan hanya ingin beraktifitas dagang dengan aman. Pihaknya tak ingin melakukan perlawanan dengan harapaan pemerintah bisa menindak lanjuti masalah ini.

  “Kejadian ini sudah berlangsung lama, namun kalau yang paling keras ini ketika pasukan TNI ditarik, yang kami takutkan jangan sampai pedagang ini tak tahan dengan perlakukan seperti ini jangan sampai mereka terpancing emosi dan membuat suasana seperti 23 septermber lalu,”jelasnya.

   Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang pasar Jibama H. Alimudin Asmar Jaya mengaku pihaknya sangat terganggu. Jangan kan warga pendatang, mama-mama pedagang yang menjual sayuran daun hipere juga sering diganggu atau diambil dagangannya. Ia ingin menegur namun nampaknya preman ini mau melakukan kekerasan, sehingga ia berharap ada tambahan personel keamanan.

  “Siapa pun (petugas) keamanan yang masuk,  kita siap melakukan kerjasama. Sebab, yang paling susah adalah pengaduan pada saat terjadi, kita bingung mau menelpon siapa, kita ke Pos paling personel terbatas,”ujarnya

  Menyikapi masalah itu, Plt Sekda  Tinggal Wusono mengaku akan menyampaikan masalah ini kepada pimpinan daerah. Sebab, menyangkut keamanan ini perlu dikoordinasikan secara lintas sektor.  “Yang jelas keamanan menjadi prioritas utama, karena bagaimanapun proses pembangunan dan pemerintahan akan berjalan dengan baik ketika situasi aman dan kondusif, Harapan saya mari mendukung apapun yang menjadi kebijakan nanti,  sehingga proses keamanan itu akan tumbuh bersama,”kata Sekda Jayawijaya.

News Feed