oleh

Analisa Pengamat Papua : Perbedaan Kasus Rasialis Flyod di Amerika dan Papua

-Artikel, News-36 views

 

Kitorangpapuanews.com – ”Kekeliruan logika (false binary) dalam kasus ini mengarah pada pemahaman bahwa perbedaan rasial terbatas pada warga kulit padahal yang membedakan adalah perspektif,” katanya dalam keterangan, Selasa (9/6/2020).

Dalam sejarah rasisme di dunia, sistem rasialis tidak terjadi dengan sendirinya namun dikonstruksi dengan beberapa alasan karena kepentingan ekonomi dan politik.

Analis Papua Adriana Elisabeth menilai, ketidakpahaman mengenai kompleksitas sistem rasialisme berpotensi menimbulkan distrust dan konflik. Salah satu kasus yang muncul beberapa minggu lalu di AS atau kasus Floyd menjadi contoh persoalan perbedaan ras/warna kulit masih potensial menjadi gerakan sosial yang memancing solidaritas ke banyak negara.

”Apakah rasialis di AS bisa dianalogikan dengan kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada Agustus 2019? Terdapat perbedaan akar masalah antara kasus Minesota dan Surabaya karena persoalan Surabaya yang disusul dengan demo dan kerusuhan antirasisme merupakan akumulasi persoalan masa lalu dan masalah-masalah pembangunan yang belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua,” ucapnya.

News Feed