AKIBAT PROVOKASI 1 DESEMBER, MAHASISWA ASAL PAPUA DI JAWA TIMUR DIANTARKAN PULANG

oleh

Surabaya, Kitorang Papua – Pasca provokasi 1 Desember, sejumlah mahasiswa terpancing untuk melakukan aksi. Di Jawa Timur misalnya, dari berbagai Kota datang ke Surabaya untuk melakukan aksi memperingati 1 Desember sebagai hari kemerdekaan West Papua. Aksi ini sangat bertentangan dengan konstitusi, sehingga aparat terpaksa melakukan pembubaran aksi dengan melakukan pemulangan.

Menurut keterangan Polrestabes Surabaya, pemulangan penghuni Asrama Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan sebagai aliansi mahasiswa Papua Surabaya dengan menggunakan tiga bus secara bergiliran. Aparat keamanan yang dipimpin Kapolrestabes Surabaya berjaga ketat selama proses negosiasi dan pemulangan 223 orang penghuni asrama. Proses pemulangan ratusan mahasiswa asal Papua ini berlangsung kondusif pada Minggu (2/11) malam.

Para tamu asrama tersebut dipulangkan menuju Malang dan berbagai tempat tinggal asal lewat Terminal Bungurasih. Proses pemulangan dilakukan sejak pukul 19.11 WIB hingga 20.23 WIB sejak sebanyak 233 orang yang sempat dibawa ke Polrestabes Surabaya diantar kembali ke Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Nomor 10 Surabaya, pada Minggu (2/12).

Bus pertama mengangkut 50 orang tujuan Malang, selanjutnya bus kedua mengangkut 57 orang menuju Terminal Bungurasih dan bus ketiga mengangkut 33 bus dengan tujuan yang sama. Sementara pemulangan terakhir sebanyak 83 orang menggunakan motor ke rumah masing-masing.

Polisi menyebutkan sebanyak 10 orang masih tinggal di Asrama Mahasiswa Papua lantaran berstatus mahasiswa di berbagai universitas di Surabaya.

“Terimakasih untuk semuanya, proses pemulangan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua berjalan lancar dan kondusif. Ini keberhasilan kita semua dapat mengevakusi mereka semua dalam lancar dan kondusif,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di depan asrama mahasiswa Papua, Minggu (2/12). (*)