oleh

Akibat Covid, Harga Cabai Malah Menurun, Sepi Pembeli

Kitorangpapuanews.com -Akibat dari adanya Pandemi Covid – 19, harga cabai di Pasar Sentral Timika dimana awalnya Rp 65 ribu dan kini sudah menurun menjadi Rp 35 hingga Rp. 25 ribu per kilo.

Penurunan harga tersebut terjadi dikarenakan minimnya pembeli.

Dalam sehari pedagang mengaku hanya bisa menjual cabai rata-rata 1 kilogram dengan total penghasilan per harinya Rp 150-200 ribu. Hasil ini sangat jauh dari hari-hari sebelumnya yang bisa mencapapai Rp 400 ribu.

“Sebenarnya barang yang masuk itu tidak lancar. Tapi pembeli tidak ada makanya barang yang sedikit saja sangat sulit untuk habis. Puncaknya itu hari Jumat saat ada kabar sudah ada yang meninggal, paginya itu kita sunyi, mungkin karena masyarakat takut yah,” tutur Yani salah seorang pedagang kepada Salam Papua, Senin (6/4/2020).

Selain cabai, penurunan harga juga terjadi pada bawang merah yang selama Rp 75 ribu kini Rp 60 ribu dan jeruk nipis yang sebelumnya Rp 25 ribu kini Rp 20 ribu. Sedangkan untuk harga beberapa bumbu lainnya masih tetap normal seperti bawang putih Rp 50 ribu, jahe Rp 85 ribu, kunyit Rp 45 ribu.

“Untuk jahe dan kunyit memang masih normal tetapi justru rempah-rempah ini yang selalu dicari pembeli. Setiap hari bisa laku sampai 2 kilo dan pendapatan kami yah dari ini saja karena memang lagi laris sekali,” jelas Amir yang juga merupakan seorang pedagang.

Selain itu, para pedagang sangat berharap pemerintah bisa memberi bantuan masker kepada para pedagang, mengingat penyebaran virus Corona terus meningkat dengan semakin bertambahnya pasien positif. 

“Karena setiap hari kami selalu bertatap muka dengan pembeli dan itu tidak bisa kami hindari. Semoga semuanya bisa cepat berlalu. Tak ada lagi rasa takut,”tuturnya.

News Feed