Akhirilah Kekerasan di Papua Yang Dilakukan Kelompok Separatis

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Kekerasan yang terjadi di Papua, sangatlah kompleks. Perlu pelurusan informasi agar semua pihak tidak mengira-ngira siapa yang membuat Papua menjadi daerah dengan segudang kasus kekerasan.

Berawal dari obsesi sekelompok orang yang memiliki kepentingan terhadap Papua, yang memanfaatkan dan mengeksploitir masyarakat Papua untuk mencapai tujuan dan targetnya.

Menyedihkannya, sekelompok orang ini adalah putra daerah asli Papua yang menindas saudaranya sendiri. Ya! Mereka adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) yang bergerilya di hutan, kelompok-kelompok perlawanan Papua yang kini bersatu dalam wadah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang aktif melakukan kegiatan diplomasi di luar negeri, dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang aktif melakukan pungli kepada masyarakat untuk kepentingan kelompoknya.

Kasus kekerasan tersebut cukup beragam, dari mulai perampasan, perampokan, begal dengan kekerasan, pengeroyokan, pembacokan dan penembakan. Sudah bukan rahasia lagi, kelompok-kelompok tersebut memiliki beragam senjata baik senjata tajam, panah dan senjata api.

Sudah puluhan kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ini, korban yang menjadi sasaran kelompok-kelompok ini selain masyarakat juga aparat keamanan. Modus operandi kelompok-kelompok ini adalah dengan mengancam dan membuat situasi keamanan sehingga selanjutnya mereka meminta kompensasi kepada masyarakat dan perusahaan berupa uang, sehingga mereka menghentikan gangguan-gangguan tersebut.

Masyarakat Papua sangat bersyukur aparat kemanan secara fokus dan serius menjaga stabilitas keamanan di Papua, karena jika tidak, Papua akan menjadi daerah dengan segudang kasus kekerasan, tidak akan ada kesejahteraan dan tidak akan ada keseimbangan. Papua tidak akan pernah maju dalam bayang-bayang Separatisme. (*)

Neles Tebay

Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *