oleh

Ada riwayat konflik Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua

-Berita, Politik-283 views
Kitorangpapuanews.com – Kabupaten-kabupaten yang punya riwayat permasalahan dalam proses demokrasi dan tidak bisa diabaikan karena itu berkaitan dengan karakteristik proses pemilihan. Ronald menjelaskan, karakteris proses pemilihan itu lahir dari para pelaku proses demokrasi di sebuah kabupaten sehingga perlu mendapat atensi lebih.
Dari 6 kabupaten tersebut, masalah yang terjadi di Waropen dan Mamberamo Raya yang pernah ada riwayat Pemilihan Suara Ulang Ulang (PSUU), menjadi konsen Bawaslu agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Hanya saja Ronald menegaskan bila di 5 kabupaten lainnya tetap menjadi perhatian. Hal ini berkaca dari pelaksanaan Pemilihan Legislatif 2019 dimana semua pihak tidak menyangka kalau di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura terjadi permasalahan
Bawaslu Papua terus melakukan pemetaan potensi konflik dan pelanggaran di 11 kabupaten yang akan mengelenggarakan Pilkada Serentak 2020.
Salah satu yang menjadi acuan adalah sejarah pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Anggota Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach menyebut, setidaknya ada enam kabupaten yang pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya bermasalah.

“Waropen, Mamberamo Raya, Asmat, Yahukimo, Nabire dan Pegunungan Bintang. Masing-masing dengan karakteristik berbeda kita anggap penting,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (24/01/2020).
Ia bahkan menyebut Kabupaten Keerom sebagai salah satu daerah yang meski pada Pilkada sebelumnya relatif aman, perlu mendapat perhatian lebih. “Bahkan Keerom yang kita anggap biasa-biasa perlu kita perhatikan,” kata Ronald. Sebelas kabupaten di Papua yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun ini adalah, Kabupaten Nabire, Kabupaten Asmat, Keerom, Waropen, Merauke, Membramo Raya, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Yahukimo, Supiori, dan Yalimo.

News Feed