oleh

7 Tahanan Makar Bakal Dibebaskan, Masyarakat Papua Diminta Waspada

 

Kitorangpapuanews.com  – Dengan Hukuman Yang ringan terhadap Para 7 dalang kerusuhan di Papua selama ini, akan membuat trauma dan luka membawa bagi para keluarga korban kerusuhan. ketidak adilan hukuman akan menimbulkan kekhawatiran akan adanya bencana kerusuhan yang besar lagi di Papua. Gerakan organisasi Kemite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua semakin leluasa dalam menjalankan aktivitas makar.

”Apakah kasus rasisme tidak akan berulang di Papua? Rasisme berpotensi terulang selama ada kesenjangan sosial politik dan sosial ekonomi, apalagi ada persoalan kecemburuan karena keterbatasan akses ekonomi dan politik bagi orang asli Papua,” kata Koordinator Jaringan Damai Papua di Jakarta Adriana Elisabeth, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6/2020).

Relasi sosial antarwarga Papua yang sempat terkoyak karena demo yang berujung pada kerusuhan, kata dia, mengakibatkan kerugian fisik dan non-fisik bagi semua pihak. Membangun kembali harmonisasi antarwarga lebih memerlukan waktu panjang ketimbang membangun infrastruktur fisik. Untuk merajut kembali harmonisasi di Papua harus dimulai dari menyelesaikan akar masalah dengan menghapus ketidakadilan, kekerasan secara struktural dan masalah stigma separatis.

Dia menilai, masyarakat Papua yang heterogen memiliki modal sosial yang dapat menjadi rujukan terkait nilai toleransi antaragama, suku dan ras. Namun toleransi tidak cukup karena harus ada penerimaan atas adanya perbedaan dengan fokus membangun dari hal-hal positif yang potensial di Papua. ”Paradigma yang harus diubah adalah Papua membangun bukan lagi membangun di Papua,” ucapnya.

News Feed