oleh

574 Siswa SLTA Sederajat di Papua Tidak Lulus saat sidang kelulusan via Online

kitorangpapuanews.com — Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menginformasikan tingkat kelulusan siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat mulai dari SMA, SMK, SMA Luar Biasa tahun ajaran 2020. Dari total 28.973 siswa di Papua, 574 siswa di antaranya dinyatakan tidak lulus. Ratusan siswa tak lulus terdiri dari 283 siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) dan 291 siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

“Tingkat kelulusan siswa SMA, SMK dan SMALB tahun ini mencapai 98 persen. Sementara yang tidak lulus hanya dua persen. Dari total 28.973 siswa, 28.399 dinyatakan lulus, sedangkan 574 tidak lulus,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait di Jayapura, Sabtu (2/5).

Christian menyebut beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya angka siswa tidak lulus di Papua. Pertama, jumlah peserta ujian yang terdaftar tidak sesuai dengan jumlah siswa di sekolah. Kedua, siswa berhalangan tetap atau meninggal dunia dan terakhir tidak aktifnya siswa di sekolah. “Memang cukup tinggi siswa tidak lulus karena ada beberapa fakor. Siswa yang terdaftar ujian ternyata tidak ada di sekolah itu, kemudian ada yang meninggal serta alpa yang banyak (siswa jarang masuk sekolah), Ini yang membuat mereka tidak lulus,” katanya.

Dia mengungkapkan, kelulusan siswa tahun ini berdasarkan nilai-nilai raport di masing-masing sekolah serta penilaian secara portofolio. Total 370 sekolah di Papua yang mengikutkan siswanya dalam kelulusan tahap akhir, 226 SMA, 138 SMK dan 6 SMALB dan 64 Madrasah Aliyah. “Dari 20. 067 siswa SMA, 19.784 dinyatakan lulus, sedangkan dari 8.880 siswa SMK, 8.589 dinyatakan lulus. Untuk 26 SMALB seluruhnya dinyatakan,” urai pria yang pernah menjabat Sekda Pemkab Lanny Jaya ini.

Christian mengapresiasi kepala sekolah dan seluruh guru sehingga dapat mengumumkan kelulusan secara serentak di seluruh Papua. Dia pun meminta kepada siswa yang dinyatakan lulus agar tidak bereforia berlebihan karena dalam situasi pandemi Corona. “Kami sudah bekerja sama dengan kepolisian agar tidak ada perkumpulan dan eforia yang berlebihan oleh siswa. Kemudian orang tua harus jaga anaknya tetap dirumah,” pesannya sembari mengajak siswa terus berprestasi untuk menjadi pemimpin Papua di masa akan datang.

News Feed