oleh

403 Unit Ruko di Wamena akan Dibangun 350 Anggota Gapensi

-Artikel, Ekonomi-622 views

Kitorangpapuanews.com Kota Jayapura – Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jayawijaya, Fred Hubi menyatakan anggotanya siap menerima kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam proses rekontruksi bangunan di Wamena akibat rusuh 23 September 2019 lalu.

“Rekrontruksi ini harus cepat selesai supaya wajah Wamena bisa cepat kembali dan kami mengapresiasi pemerintah bahwa anak asli Wamena diberi porsi lebih karena pembangunan 403 ruko ini semuanya diserahkan ke pengusaha asli Papua,” katanya, Kamis, 5 Desember 2019.

Fred mengakui dari sisi permodalan tidak semua pengusaha lokal memilikinya.
Namun Gapensi telah menggandeng beberapa pihak yang bisa membantu mengatasi masalah itu.

“Untuk modal kerja, Gapensi Jayawijaya sudah bekerjasama dengan pengusaha Raja Sibarani dan Koperasi Gapensi, mereka akan membantu kami dari segi pembiayaan yang menyangkut material maupun modal,” jelas Fred.

Menurut Fred, yang akan mengerjakan pembangunan 403 unit ruko bukan hanya pengusaha asli Papua, tapi juga kontraktor dari daerah lain yang memang tinggal di Kabupaten Jayawijaya. “Anggota Gapensi Jayawijaya lebih dari 350 kontraktor, kalau satu pengusaha dapat satu ruko, maka satu bulan pekerjaan ini selesai,” ungkapnya.

Wakil Menteri (Wamen) Pekerkaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo memastikan proses rekontruksi 403 unit Ruko akan segera berjalan dengan pelaksanaannya dilakukan oleh pengusaha lokal yang dikoordinir 350 Gapensi Kabupaten Jayawijaya.

“Skema pengerjaan itu telah disepakati dalam pertemuan tersebut dan segera dilaporkan kepada Menteri PUPR. Skema itu merupakan solusi agar proses rekontruksi cepat dilakukan karena presiden telah menargetkan pengerjaannya rampung pada April 2020,” jelas Wetipo.

 

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim, menjelaskan bila rekontruksi sejumlah bangunan di Wamena pasca rusuh 23 September 2019 lalu, belum berjalan karena berbagai sebab. “Tapi setelah ada kunjungan presiden baru dipastikan Kementerian PUPR dan dilakukan pengusaha lokal,” terangnya.

Namun setelah ada kesepakatan dengan Gapensi, kini Kementerian PUPR masih butuh pendataan kontraktor dari Gapensi dan juga petunjuk teknis tentang pelaksanaan proses rekontruksi tersebut.

Meski dari Gapensi masih meminta rencana anggaran biaya (RAB) proyek, namun ia menganggap hal tersebut tidak akan menghalangi berjalannya pekerjaan. “RAB itu sambil berjalan secara paralel tapi fisiknya sambil berjalan supaya cepat dikerjakan,” kata Sagrim.

News Feed