oleh

200 Anggota TPN-OPM Sandera 1300 orang Warga Kampung di Tembagapura

-Artikel, Kriminal-1.552 views

Kitorangpapuanews.com, Mimika – Ribuan warga dari dua kampung di Tembagapura, tepatnya di areal tambang PT Freeport Timika-Papua didisolir oleh Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) sejak beberapa hari yang lalu. Warga diancam untuk tidak keluar dari kampung.

“Warga tidak diperbolehkan keluar meninggalkan kampungnya oleh ratusan anggota Kelompok TPN-OPM,” kata Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa.

Warga dari dua kampung yang tidak diperbolehkan meninggalkan tempat adalah Kampung Banti dan Kimbely.

“Kelompok TPN-OPM terus melakukan intimidasi dan ancaman kepada masyarakat,” kata Mustofa.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, bahwa 300 masyarakat non-Papua di Kampung Kimbely dan 1.000 orang masyarakat lokasi di Kampung Banti ditahan atau dilarang bepergian keluar kampung tersebut.

“Diperkirakan jumlahnya mencapai 1.300 orang yang dilarang keluar dari daerah itu. Semua barang-barang mereka juga dirampas oleh kelompok ini. Kurang lebih seperti itu, hanya detail informasi yang terjadi di sana masih terus di dalami,” tuturnya

Kondisi Masyarakat berada dalam tekanan dan ancaman. Himbauan Kepala Suku bapak Yulianus Magai, “kepada masyarakat longsoran dan batu besar agar mulai pagi ini kios-kios yg tutup agar dibuka kembali, buka pagi tutup jam 17.00 WIT.” Namun dari informasi warga yang berhasil lolos dari wilayah tersebut, kios-kios tetap tutup karena takut jika ada yang lewat.

Beberapa masyarakat yang berhasil lolos juga mengatakan bahwa warga pendatang wajib melayani kelompok TPN-OPM tersebut. “Jikapun  mereka belanja pada malam hari, Penjaga Kios tetap harus melayani, kalau penjaga kios tidak membuka kiosnya maka diancam ditembak”, ungkap salah satu warga. Mereka juga melihat Kelompok TPN-OPM sering melintas dengan membawa senjata, namun tidak ada yg berani mengambil foto karena HP berkamera sudah banyak dirampas oleh TPN-OPM beberapa waktu yang lalu.

Masyarakat sangat mengharapkan tindakan cepat dari pemerintah dan aparat TNI/Polri untuk membebaskan masyarakat dari ancaman serta teror dari kelompok TPN-OPM. Masyarakat berharap kondisi dan situasi ini dapat segera diselesaikan. Oleh karena itu, Satgas Terpadu Penanggulangan Kelompok TPN-OPM, yang terdiri gabungan Polri dan TNI berjumlah 200 personel, terus berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi.

Kondisi masyarakat di kedua kampung itu, kata Kamal, masih dalam kondisi cukup baik. Polda Papua dibantu TNI berupaya melumpuhkan pergerakan kelompok kriminal bersenjata itu. “Dalam rangka penegakan hukum dan untuk tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan normal.” (**)

News Feed